This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

baca juga

Jumat, 22 November 2013

AGAR NGAMPUS TAK SEKEDAR STATUS



“jangan kuliah kalau tidak sukses”. Tagline ini adalah bentuk sindiran kepada para mahasiswa yang kuliah hanya untuk mengejar status (mendapatkan ijazah) dan kehidupan mapan setelah lulus nanti.
Apakah tagline seperti ini berlaku juga di kampus – kampus yang notabane mahasiswanya banyakan yang bekerja. Kampus seperti ini berbeda dengan kampus – kampus pada umumnya yang kebanyakan mahasiswanya adalah mahasiswa murni (hanya focus kuliah aja..).

Dikampus pekerja tidak banyak mahasiswa yang mau memainkan persannya sebagai mahasiswa yang seharusnya seorang mahasiswa itu harus Visioneer, konsep kehidupan yang jelas, berimajinasi (berkreativitas), memiliki target yang jelas, sang pembelajar, dan terakhir adalah aktivis.

Tak terasa sebentar lagi kita akan memperingati hari pendidikan nasional. Moment seperti ini seharusnya menjadi ajang refleksi bagi kita para mahasiswa untuk memahami kembali tujuan, visi dan misi untuk mencari ilmu bukan mencari nilai, Sehingga kita tidak terkatagori mahasiswa yang ngampus tak sekedar status dan mahasiswa harus terus mengasah life skill mereka agar bisa berkontribusi sebaik-baiknya untuk masyarakat.

Menjadi mahasiswa sejatinya adalah pilihan. Meskipun menjadi mahasiswa dikampus pekerja sangatlah melelahkan karen mahasiswa di kampus pekerja pada umumnya pagi bekerja , malam kulia dan diantara kedua waktu itu mereka mengurusi organisasi dikampus akan tetapi itu lah pilihan yang harus dipilih sebagai mahasiswa.

Kehidupan kampus sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Kita bebas menentukan yang ingin kita lakukan. Namun, meski demikian kehidupan kampus tidaklah semudah itu. Setidanya ada beberapa point karakter yang melekat di yang namanya mahasiswa. Diantaranya sebabagi berikut :

Mahasiswa Harus Visioneer
bahwa visi adalah tujuan akhir. Visi membuat hidup semakin bergairah, sebab kita mempunyai target yang jelas untuk kita capai. Mahasiswa yang tak mempunyai visi akan membuat hidupnya berjalan bagaikan air. Hanya mengalir tanpa tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. “Let it flow” adalah jurus ampuh ketika mahasiswa tak ingin dibebankan oleh sederet kerja keras dalam meningkatkan kualitas akademik dan segudang amanah dalam berorganisasi. Tidak ingin merasakan sedikit pun ada beban di punggung yang harus di bawa sepanjang perjalanan menuju kesuksesan.
Meskipun sukses, namun sukses yang disebabkan oleh kemujuran atau keberuntungan yang bersifat sementara bukanlah petikan buah manis yang dipetik dari pohon perjuangan. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya, mulailah memiliki visi yang jelas. Buatlah perencanaan hidup agar hidup semakin terarah.

Mahasiswa Harus Memiliki Konsep Hidup yang Jelas
Maksudnya disini adalah kemapuan mahasiswa dalam mengenali dirinya sendiri. Terkadang kesalahan terbesar dari kita adalah kita tidak mengetahui kekuarangan dan kelebihan yang kita miliki. Sehingga seringkali kita merasa lemah dan merasa rendah diri. Bagaimana mungkin kita mau meng-upgreat kemampuan kita hingga berbuah prestasi-prestasi kalaulah kita tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan kita.
Pada hal sesunggunya setiap diri manusia banyak memiliki potensi – potensi yang mampu untuk menghasilkan karya – karya yang bisa dicetak dalam sejarah kehidupan. Dengan mengenali kelebihan dan kekurangan diri maka kita akan mampu meng-upgeat untuk menghasilkan karya sehingga tidak ada waktu yang sia-sia yang kita lewati dalam kehidupan ini.

Mahasiwa Harus Berimajinasi (Berkreativitas)
Berimajinasi sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Sehingga dengan berimajinasi akan lahir kerativitas – kreativitas yang kemudian menjadi karya. Berimajinasi akan membuat kita memiliki gambaran tetang masa depan kita. Berimajinasi tidak dilarang asalkan imajinasi yang productif. Imajinasi yang menghasilkan karya, namun imajinasi juga harus didukung oleh kerja keras juga agar apa yang imajinasikan bisa terwujud.

Mahasiwa Harus Memiliki Target yang jelas
Banyak diantara mahasiswa ketika ditanya apa target mu semester ini? Atau apa target mu selama satu tahun kuliah? Banyak diantara para mahasiswa tidak mampu menjawabnya. Entah mengapa penyebabnya para mahasiswa ini tidak mampu menjawabnya. Mungkin karena mereka memang tidak memiliki target yang jelas saat menjalani kuliah atau mereka kuliah hanya sekedar mengikuti trend. Tapi seharusnya mahasiswa memiliki target yang jelas dalam menjalani kehidupan ini sehingga ia akan lebih semangat menapaki hari-hari berikutnya dan hidup pun menjadi lebih berarti.

Mahasiswa Sang Pembelajar
Mahasiswa yang sesungguhnya adalah mahasiswa yang terus menerus belajar unruk mengasah life skill untuk benar – benar mempersiapkan diri memberikan manfaat kepada masyarakat. Mahasiswa sesunggunya bukan lah mahasiswa yang hanya mencari nilai sehingga terkadang mereka menghalakan segala cara untuk mendapatkan nilai terbaik.
Jika mahasiswa menyadari bahwa sesunggunya yang dibutuhkan masyarakat setelah mereka lulus nanti bukan lah nilai yang bagus tapi kemampuan nol tapi yang mereka butuhkan adalah mereka yang memiliki kemampuan dan terus mau belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Ayo yang suka nyontek ,, (ketauan).

Mahasiswa adalah Aktivis
Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Waktu kuliah selama 4-5 tahun adalah waktu yang berharga jika dilewatkan begitu saja. Jika kita hanya disibukkan dengan tugas kuliah, hadir kuliah setiap hari rasanya begitu hambar. Banyak keuntungan yang akan kita dapati sebagai seorang aktivis. Mulai dari banyak teman, kenal dengan beberapa jaringan media, mengasah kemampuan berkomunikasi dengan baik, dan memiliki sejuta pengalaman berharga lainnya yang tak dapat dibeli dengan apapun. Pengalaman terlibat di berbagai macam kegiatan kampus akan mengasah ideologi kita, meningkatkan kematangan berfikir, lebih tanggap untuk menangani persoalan. Karena kita tidak disibukkan dengan permasalahan pribadi namun permasalahan organisasi. Akan tampak jelas perbedaan aktivis kampus dan non aktivis ketika terjun langsung ke masyarakat.
Maka jadilah aktivis dan berkaryalah dan up great lah kemampuanmu dengan berorganisasi.

Senin, 24 Juni 2013

MAWAR MERAH DAN TANGAN KEKAR



by : asa
Masih sangat singkat perjalanan dakwah yang ku lalui , belum pantas rasanya saya bercerita tentang dakwah. Dan mungkin apa yang saya ceritakan sudah lama dan sudah berkali-kali mereka ceritakan.

Dua tahun yang lalu awal ku berkenalan dengan jamaah dakwah ini, perkenalan yang singkat tapi menimbulkan ketertarikan yang mengikat antara satu dengan yang lain.

Sikap dinamis yang saya miliki dan potret suram masa lalu lah yang mungkin selalu memotivasi saya untuk terus berada dalam jamaah ini.

Pertemuan yang singkat ini yang mempertemukan aku dengan sosok abang dan kakak yang memang saya tidak memilikinya dikarenakan saya anak pertama dari tiga bersaudara.

Para abang-abang dan kakak-kakak sudah kelihatan lelah menapaki jalan perjuangan ini pun tetap tegar dalam pendiriannya. Mereka yang seharusnya mengurusi urusan yang lebih besar lagi namun harus menjadi back up bagi urusan dakwah kecil ini.

enteh tanpa terasa ternyata saya pun ikut tercebur dalam kubangan jamaah yang mungkin terlihat aneh dimata anak muda saat ini. Kubangan pemuda yang berani tampil beda, pemuda yang teguh dengan kebenaran, pemuda yang taat pada perintah agamanya, dan memahami sejarah nya.

Mereka adalah kebanggaan bagi ku, mereka adalah inspirasi bagi ku, mereka adalah harapan baru bagi ku, mereka adalah patner kerja ku dalam mengarungi jalan dakwah yang penh onak dan duri, mereka adalah keluarga bagi ku selain keluarga besar orang tua ku, mereka adalah Aktivis Dakwah Kampus.

Mereka yang masih mudah belia ibaratkan mawar mekar yang indah dan berduri. Mereka ibarat tangan-tangan kekar yang menaham beban-beban berat kehidupan dengan banyaknya amanah yang pikulnya.

Mereka adalah mawar merah yang tidak mudah disentuh, mereka tangan-tangan kekar yang tidak silau dengan jabatan dan limpahan harta, tapi mereka adalah anak muda yang ingin bebas dan berhendak merdeka dalam melakukan perbaikan-perbaikan di bumi tercinta ini.

Namun seiring berjalannya waktu mawar indah yang berduri itu mulai berguguran, tapi entah apa yang menyebabkannya berguguran. Mungkin angin, mungkin juga burung-burung , mungkin kebutuhan atau mungkin juga karena usia yang membatasi mereka berguguran di barisan ini.

Tanggan – tangan kekar itu mulai digelayuti beban-beban kehidupan yang menjadi kebutuhan yang sedikit menguras tenaga dan pikiran dalam mengarungi perjalan panjang ini.

Kini mereka harus bekerja keras untuk membangun kebun-kebun baru yang bisa ditanami bunga mawar dan mencari pekerja baru yang masih kuat untuk mengelolah kebun-kebun yang akan menjadi cikal bakal harapan baru tumbuhnya generasi baru yang akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.

Semangat baru yang mungkin harus ditanamkan oleh pengelolah kebun adalah hilang satu tumbuh seribu dan (surat al-fath (kemenagan) ayat 1-11) sehingga lahirlah generasi pembaharuan seperti muhamad al-fatih dan yang lainnya.

Semangat untuk terus berkontribusi, semangat untuk menjadikan diri kitalah yang terpilih menjadi tentara allah , menumbuhkan semangat dan pemahaman tetang tujuan penciptaan manusia, sehingga yang akan lahir hanyalah karya,karya dan karya yang menjadi sejarah dalam perjalanan kehidupan yang akan diwarisi oleh generasi penerus selanjutnya.

Semangat untuk memeberikan solusi, bukan hanya mengkritisi, semangat untuk memberikan kontribusi tidak sekedar kerkoar-koar saja, semangat yang lahir dari cinta dan kerja untuk melahirkan tinta sejarah baru akan dituliskan dalam buku sejarah kehidupan.

Sabtu, 08 Juni 2013

Keikhlasan dan perjuangan


Hidup ini merupakan perjalan panjang yang berujung dan tidak ada yang tau seperti apa akhir dari perjalanan ini. Apakah akan berakhir dengan senyum yang indah atau akan berakhir dengan jeritan tangis yang menyakitkan. Hidup in adalah sebuah pilihan dan kitalah yang menentukan pilihan.
Perjalanan panjang itu pastilah membutuhkan sebuah perjuangan. Perjungan yang panjang dan pasti sangat melelahkan. Ada diantara kita yang kuat dan tegar dalam menghadapinya tapi ada pula yang lemah dan kalah dalam memperjuangkannya.

Perjalannan yang panjang dan perjuangan yang melelahkan itu tidak lah lengkap jika tidak dilengkap oleh keikhlasan dalam mempertahankan dan menerimah setiap cobaan yang datang silih berganti disetiap waktunya.

Perjuangan ibaratkan sebuah air yang mengalir, air yang mengalir akan selalu mengikuti jalur suterjalnya. Kadang jalur terjalnya itu mendaki namun terkadang menurun dengan santainya. Tidak ada jalur air itu tidak pernah selamanya datar-datar saja.
Begitu juga halnya dengan perjuangan, pasti selalu ada onak dan duri, meski terkadang kadang perjuangan itu sangat membanggakan dan menyenangkan hati karena sesuatu yang kita perjuangkan tercapai sesuai dengan yang kita inginkan.

Namun tidak jarang juga perjuangan itu berbuah cacian dan hinaan dari orang-orang yang merasa tidak senang terhadap kebahagian orang lain yang terkadang membuat mereka nekat melakukan segala cara yang kadang akan mengancam nyawa pejuang itu sendiri,
Perjuangan yang sulit dan cobaan yang berat selalu diujikan kepada mereka yang hebat dan mampu menghadapi ujian itu karena janji tuhannya “allah tidak akan menguji hambanya melebihi dari kemampuan hambanya”.

Sesungguhnya untuk meraih kebahagian yang hakiki yaitu kebahagian dunia dan akhirat tidak hanya butuh perjuangan saja namun dibuthkan keikhlasan yang tulus dan mendalam sehingga setiap perjuangan yang kita lakukan mendapatkan keberkahan dan ridha dari allah subahanawata’allah.
Mari kita terus berjuang untuk meraih cita-cita dan kita ikhlaskan usaha yang telah kita lakukan karena allah maka yakin lah perjungan kita akan membuahkan hasil sesuai yang kita ingin kan... aamiin.

berjuang dan keikhlasan merupakan salah satu faktor kesuksesan dalam meraih cita - cita ....

Senin, 13 Mei 2013

pendidikan Karakter

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pendidikan nasional berfungsi :
(1)Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
(2) dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
(3) bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
(4)yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
          (A)Budaya Panutan versus Budaya Tanggung Jawab Individual
          (B) Budaya Panutan Rakyat ( masyarakat ) berkarakter baik bila ada panutan. Jika tidak ada 
                panutan,tidak mampu membangun karakter sendiri
         (C) Budaya Tanggung Jawab Individual

                    (1) Manusia tidak Lepas dari Tanggung Jawab “ Apakah manusia mengira, bahwa iaakan
                         dibiarkan begitu saja ( tanpa pertanggung jawaban ) ? ( QS, 75/Al Qiyaamah ; 36 )
                    (2) Manusia Harus Bertanggung Jawab atas Amalnya
                         (a) Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya ( QS, 74/Al
                              Muddatstir, 38 ).
                         (b)“ Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan “
                               ( QS, 16/An Nahl, 93 )
      
         (D) Manusia tidak Mempertanggungjawabkan Amal Orang Lain
(a)“Kamu tidak akan diminta mempertanggungjawabkan tentang apa yang telah mereka kerjakan (QS,2/ Al Baqoroh ; 134 & 141)”
(b)“ Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun atas perbuatan mereka, dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun atas perbuatannya (QS,6/Al An’aam, 52) “.

Berkarakter baik atau buruk merupakan tanggung jawab seseorang atas kesadarannya sendiri. Walaupun di lingkungan yang kotor, sepanjang seseorang mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi, karakter yang baik akan tetap menjadi baik tidak akan terdistorsi.

Salah satu jalan untuk membangun karakter bangsa dapat dilakukan melalui pendekatan teori perubahan. Komparasi Karakter Bangsa Bangsa Jepang Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang sangat menjunjung kemartabatan. Jika terjadi kegagalan di lingkungan kementeriannya, maka menteri tersebut mundur.

Karakter seperti apa yang mampu membangun budaya seperti tersebut ? Jawabannya Bushido, Sebuah Transformasi Nilai Karakter Bansa Jepang melalui Jalan Hidup Samurai. makna bushido: Sebagai tata cara ksatria, sebuah kode etik kepahlawanan golongan samurai dalam feodalisme Jepang.

Sedangkan samurai sendiri adalah sebuah strata penting dalam tatanan masyarakat feodalisme Jepang. Makna bushido adalah sikap rela mati demi negara dan kaisar hingga para samurai rela mempertahankan nyawa demi itu.

Jika ia gagal, ia akan melakukan harakiri ( bunuh diri dengan memasukkan pisau, membelah perutnya = seppuku ).

ada 7 (tujuh) Prinsip Bushido ( Tujuh Prinsip Ksatria Samurai )
(1) Gi ( INTEGRITAS ) Al-Mu’min
(2) Yuu ( BERANI ) Al-Aziz
(3) Jin ( baca : Jing ; MENCINTAI SESAMA ) Ar-Rahim
(4) Rei ( SANTUN ) Al- Haliimu
(5) Makoto ( TULUS & IKHLAS ) Ar-Rahman
(6) Meiyou ( KEMULIAAN & KEHORMATAN ) Al-Karim
(7) Chuugi ( LOYALITAS ) Al-Waly Kata dan Perbuatan dalam Budaya Bangsa Jepang Super Kuat ( inilah sesungguhnya KEIMANAN )


semoga bermanfaat!!!

Kado MILAD

inspirasi itu kadang datang dari mana aja, bisa jadi datang saat kita sedang santai, saat sedang dikamar mandi atau saat sedang sibuk dengan sekeliwet aktivitas yang sedang dilakukan.

yuk kita tuliskan semua informasi yang ada dalam benak kita, dimanapun karena dengan menulis kita akan menjadi pembuat sejarah yang akan dibaca oleh generasi setelah kita, yukkk nulis!!!

ne cerita ku yang akan kutulis semoga terus membaca dan mengikuti semua tulisan yang ada di blog saya ini,,, dan semoga terinpirasi.. judulnya " kado MILAD Aktivis dakwah".

tepat pada 09 mei 1988 saya dilahirkan dari rahim yang suci dari seorang ibunda Nurni tercinta disebuah desa babat (sumsel). dengan penuh cinta dan kasih sayang saya dibesarkan hingga kini. berjuta harapan yang dititipkan kepada anak laki-laki pertama dan satu-satunya dari tiga bersaudara ini.

sudah menjadi kewajibanya seorang aktivis dakwah, ketika ditunjuk sebuah amanah harus sami'na waatho'na sehingga tidak ada alasan untuk mundur ketika sudah ditunjuk.

penunjukan sebagai ketua umum Lembaga Dakwah Kampus Universitas Riau Kepulauan priode 2013-2014 yang bertepatan pada tanggal 09 mei 2013 merupakan kado milad terberat karena sejak saya dilahirkan hingga sekarang hari kelahiran ini tidak pernah diperingati dan dirayakan.

kado terberat seharusnya tidak diamanahkan ke saya karena di usia yang ke 25 tahun ini seharusnya saya lebih pokus pada sunnah nabi untuk menyempurnakan 1/2 agama saya. tapi karena seorang aktivis dakwah tidak pernah dibenarkan memiliki alasan untuk menolak amanah maka mau tidak mau ini akan terus dijalankan dengan sekuat kemampuan dan usaha yang di miliki bersama teman2 perjuangan.

tiada hal yang sangat berharga dari seorang pemimpin kecuali ketika dia didukung , di taati dan bekerja bersama. maka berhasil dan tidak kepemimpinanya tergantung seberapa besar tiga hal diatas terealisasi.

#Cinta, Kerja dan Karya

Rabu, 01 Mei 2013

KONTROVERSI KURIKULUM PENDIDIKAN INDONESIA



by : asa
Masih sangat singkat perjalanan dakwah yang ku lalui , belum pantas rasanya saya bercerita tentang dakwah. Dan mungkin apa yang saya ceritakan sudah lama dan sudah berkali-kali mereka ceritakan.

Dua tahun yang lalu awal ku berkenalan dengan jamaah dakwah ini, perkenalan yang singkat tapi menimbulkan ketertarikan yang mengikat antara satu dengan yang lain.

Sikap dinamis yang saya miliki dan potret suram masa lalu lah yang mungkin selalu memotivasi saya untuk terus berada dalam jamaah ini.

Pertemuan yang singkat ini yang mempertemukan aku dengan sosok abang dan kakak yang memang saya tidak memilikinya dikarenakan saya anak pertama dari tiga bersaudara.

Para abang-abang dan kakak-kakak sudah kelihatan lelah menapaki jalan perjuangan ini pun tetap tegar dalam pendiriannya. Mereka yang seharusnya mengurusi urusan yang lebih besar lagi namun harus menjadi back up bagi urusan dakwah kecil ini.

enteh tanpa terasa ternyata saya pun ikut tercebur dalam kubangan jamaah yang mungkin terlihat aneh dimata anak muda saat ini. Kubangan pemuda yang berani tampil beda, pemuda yang teguh dengan kebenaran, pemuda yang taat pada perintah agamanya, dan memahami sejarah nya.

Mereka adalah kebanggaan bagi ku, mereka adalah inspirasi bagi ku, mereka adalah harapan baru bagi ku, mereka adalah patner kerja ku dalam mengarungi jalan dakwah yang penh onak dan duri, mereka adalah keluarga bagi ku selain keluarga besar orang tua ku, mereka adalah Aktivis Dakwah Kampus.

Mereka yang masih mudah belia ibaratkan mawar mekar yang indah dan berduri. Mereka ibarat tangan-tangan kekar yang menaham beban-beban berat kehidupan dengan banyaknya amanah yang pikulnya.

Mereka adalah mawar merah yang tidak mudah disentuh, mereka tangan-tangan kekar yang tidak silau dengan jabatan dan limpahan harta, tapi mereka adalah anak muda yang ingin bebas dan berhendak merdeka dalam melakukan perbaikan-perbaikan di bumi tercinta ini.

Namun seiring berjalannya waktu mawar indah yang berduri itu mulai berguguran, tapi entah apa yang menyebabkannya berguguran. Mungkin angin, mungkin juga burung-burung , mungkin kebutuhan atau mungkin juga karena usia yang membatasi mereka berguguran di barisan ini.

Tanggan – tangan kekar itu mulai digelayuti beban-beban kehidupan yang menjadi kebutuhan yang sedikit menguras tenaga dan pikiran dalam mengarungi perjalan panjang ini.

Kini mereka harus bekerja keras untuk membangun kebun-kebun baru yang bisa ditanami bunga mawar dan mencari pekerja baru yang masih kuat untuk mengelolah kebun-kebun yang akan menjadi cikal bakal harapan baru tumbuhnya generasi baru yang akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.

Semangat baru yang mungkin harus ditanamkan oleh pengelolah kebun adalah hilang satu tumbuh seribu dan (surat al-fath (kemenagan) ayat 1-11) sehingga lahirlah generasi pembaharuan seperti muhamad al-fatih dan yang lainnya.

Semangat untuk terus berkontribusi, semangat untuk menjadikan diri kitalah yang terpilih menjadi tentara allah , menumbuhkan semangat dan pemahaman tetang tujuan penciptaan manusia, sehingga yang akan lahir hanyalah karya,karya dan karya yang menjadi sejarah dalam perjalanan kehidupan yang akan diwarisi oleh generasi penerus selanjutnya.

Semangat untuk memeberikan solusi, bukan hanya mengkritisi, semangat untuk memberikan kontribusi tidak sekedar kerkoar-koar saja, semangat yang lahir dari cinta dan kerja untuk melahirkan tinta sejarah baru akan dituliskan dalam buku sejarah kehidupan.

Jumat, 25 Januari 2013

Refleksi maulid nabi Muhammad saw



Dimomentum peringatan mauled nabi Muhammad saw ini, tidak pantas jika kita hanya mengucapkan selamat hari maulid nabi, atau met maulid, dan mungkin ada yang mengadakan ada peringatan dengan megundang penceramah atau ustad utuk memberikan tausiyah keagamaan saja, tapi lebih dari itu.

Peringatan maulid nabi Muhammad saw ini hendaknya kita maknai dengan semakin tumbuh rasa kecintaan kita tehadap nabi Muhammad saw dan bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengikuti , serta menjalankan sunnah-sunahnya.

Sebagai seorang muslim sudah selayaknya di moment peringatan maulid nabi Muhammad saw ini kita mengrefleksi kembali kisah perjalanan nabi Muhammad saw dan mempelajari kisah perjuangannya sebagai seorang kepala rumah tangga, masyarakat yang sosialis, seorang pembisnis, seorang misonaris yang agamis, dan sekaligus seorang kepala Negara.

Setelah kita memahami itu harapannya kita lebih mencintai nabi Muhammad saw dan mulai menjalankan sunnah sunnahnya sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tida meneladani nabi Muhammad saw.

Refleksi cinta Nabi Muhammad Saw
Ketika kita membaca kata Refleksi cinta mungkin kita hanya mengingat kisah perjalanan rosulullah saja tapi jika kita melihat kondisi kehidupan di massa abad 21 ini banyak sekali umat manusia sudah mulai menjauh dan mulai meninggalkan risallah yang dibawah oleh nabi Muhammad saw apakah kita masih hanya mengingat- ingat saja? Tentu tidak.

Tentunya harus ada upaya untuk lebih memahami lagi kisah sejarah dengan pembelajaran dan penelaan yang lebih dalam yang disertai dengan pengimplementasian dalam bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi kehidupan masyarakat yang sudah mulai jauh dari agama saat ini, memberikan rasa keprihatinan tersendiri bagi kita yang merinduhkan kehidupan yang aman, nyaman , sejaterah dan dekat dengan agama.

Kondisi masyarakat yang sudah tidak sehat ini bisa kita lihat dalam kehidupan masyarakat kita yang lebih suka dengan hal – hal yang sifatnya instan mudah dan tanpa mengikat sedikit pun sehingga terjadi kebebasan yang tanpa batas (lost Controling) yang merugikan nya.

Sudah hilangnya rasa malu dan lemahnya pemahaman agama pada masyarakat yang membuat rusaknya moral masyakarat di abad ini.  Contoh kicilnya adalah budaya penyaluran perasaan suka dan ketertarikan pada lawan jenis pada pemuda yaitu dengan melalui pacaran.

Pemahaman seperti ini merupakan pemahaman yang salah. Kenapa demikian? Dikarenakan dari bebepa penelitian sebagian besar pemuda yang berada di Indonesia sudah pernah pacaran dan sebagian besar yang pacaran itu sudah tidak gadis lagi (tidak perawan).

Bukan hanya di sisi pemuda saja dari sisi orang tua (dewasa) kita banyak melihat bagaimana budaya masyakat kita yang selalu ngikut, para orang tua juga tidak malu – malu menggunakan pakaian yang kurang kain dan yang lebih paranya para suami mereka tidan melarang sehingga ini menjadi tontonan masyarakat kita dan sebagian besar sudah menganggapnya sebagai sebuah budaya kehidupan sehari-hari.

Banyak diskoti atau temap hiburan malam dan maraknya penjualan miniman dan obat-obatan terlarang di Negara ini menambah rusaknya moral dan etika masyarakat ini dan itu akan berefek kepada yang lainnya.

Dengan adanya maulid nabi ini mestinya menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri kita untuk menjadi lebih baik lagi, lebih giat lagi membekali diri dengan ajaran (ilmu agama) serta berusaha menjalankan ajaran agama yang mulia ini sehingga masyarakat kita menjadi masyakat yang bermoral dan berakhlak mulia serta menjadi masyakat yang adil, damai, aman dan sejaterah. Sesungguhnya Inilah tujuan di peringatinya maulid nabi Muhammad saw. 

Implemtasi Rasa cinta kita kepada nabi Muhammad saw
Kadang kalah teori lebih mudah diucapkan namun sangat sulit untuk dilaksanakan, banyak orang yang selalu menggembirkan kalimat mari kita meneladani dan mengidolakan nabi Muhammad saw, namun sangat sedikit sekali ada yang bisa melealisasikan perkatanya ke dalam sebuah perbuatan nyata.

Kini yang mejadi pertanyaanya adalah bagaimana kita bisa merealisasikan nilai-nilai ke agamaan dalam kehidupan sehari hari?

Jawabannya adalah dengan meningkatkan keimanan dan memperbaiki akhlaknya.
a.      meningkatkan Keimanan dan ketakwaan kepada allah swt
Iman adalah kepercayaan yang terhujam kedalam hati dengan penuh keyakinan, tak ada perasaan syak (ragu-ragu) serta mempengaruhi orientasi kehidupan, sikap dan aktivitas keseharian.
Al Ghazali mengatakan iman adalah  “megucapkan dengan lidah, mengakui benarnya dengan hati dan mengamalkan dengan anggota badan”.
 

Pendidikan keimanan termasuk aspek pendidikan yang patut mendapat perhatian yang pertama dan utama. Pasalnya iman merupakan pilar yang mendasari keislaman seseorang, hal ini sejalan dengan pertumbuhan kepribadiannya. Nilai-nilai keimanan harus mulai diperkenalkan dengan cara :
a. memperkenalkan nama Allah SWT dan Rasul-Nya
b. memberikan gambaran tentang siapa pencipta alam raya ini melalui kisah-kisah teladan
c. memperkenalkan ke-Maha-Agungan Allah SWT .
 

Rasulullah SAW. adalah orang yang menjadi suri tauladan (Uswatun Hasanah) bagi umatnya, baik sebagai pemimpin maupun orang tua. Beliau mengajarkan pada umatnya bagaimana menanamkan nilai-nilai keimanan.
Ada lima pola dasar pembinaan iman (Aqidah) yang harus diberikan , yaitu membacakan kalimat tauhid , menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, mengajarkan Al-Qur'an dan menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan.

Pengajaran Al-Qur'an mempunyai pengaruh yang besar dalam menanamkan iman (aqidah) yang kuat. Pada saat pelajaran Al-Qur'an berlangsung secara bertahap mereka mulai dikenalkan pada satu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan mereka dan Al-Qur'an adalah firman-firman-Nya yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW.
  
a. Ketakwaan merupaka hal yang utama dalam melakukan kegiatan kegiatan amal lainya, ketakwaan merupakan perilaku pendekatan diri kita kepada sang pencipta alam semesta ini. Korelasinya adalah keimanan tidak ada artinya tanpa ketakwaan dan sebaliknya. 
      b. Akhlak
Modernisasi yang merupakan buah karya langsung atau tidak langsung dari proses renaisance yang terjadi di Barat lima abad yang lalu, telah mendominasi pandangan masyarakat manusia dewasa ini. Berbagai segi kehidupan, sosial, budaya, politik, ekonomi dan pendidikan tidak bisa lepas dari pengaruh modernisme. Sehingga term modern selalu menjadi simbol atas kata yang menyertainya. Misalnya kata modern pada istilah gaya hidup modern, negara modern, dan lain-lain. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dihasilkan atas nama modernisme seolah-olah merupakan suatu keniscayaan yang harus diikuti oleh semua orang.

Merambahnya paham modernisme pada setiap segi kehidupan juga membawa persoalan tersendiri bagi dunia pendidikan. Pengaruh terbesar adalah pada nilai moral atau akhlak. Kemerosotan akhlak yang tergambar dari perilaku keseharian siswa dapat dilihat dari banyaknya pemberitaan di media yang menyebutkan jumlah kenakalan remaja, terutama anak sekolah, semakin meningkat seiring kemajuan teknologi yang tidak terbendung lagi.

Sekolah sebagai benteng untuk membendung arus tersebut harus menghadapi tantangan berat. Parahnya, justru lembaga ini telah berubah menjadi basis kenakalan remaja dengan bersembunyi di balik istilah mode, gaul, gaya atau trend masa kini. Pendidikan akhlak pada akhirnya menjadi hal yang niscaya untuk tetap dibina dan dikembangkan pada setiap sekolah dalam rangka menyelamatkan siswa-siswi dari pengaruh di atas.

kepada siapa akhlak itu diwujudkan, dapat dilihat seperti berikut:
Akhlak kepada Allah, meliputi antara lain: ibadah kepada Allah, mencintai Allah, mencintai karena Allah, beramal karena allah, takut kepada Allah, tawadhu’, tawakkal kepada Allah, taubat, dan yakin kepada allah.

Akhlak kepada Rasulullah saw., meliputi antara lain: taat dan cinta kepada Rasulullah saw.

Akhlak kepada keluarga, meliputi antara lain: akhlak kepada ayah, kepada ibu, kepada anak, kepada nenek, kepada kakek, kepada paman, kepada keponakan, dan seterusnya.

Akhlak kepada orang lain, meliputi antara lain: akhlak kepada tetangga, akhlak kepada sesama muslim, kepada kaum lemah, dan sebagainya.

Akhlak kepada lingkungan, meliputi antara lain: menyayangi binatang, merawat tumbuhan, dan lain-lain.