This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

baca juga

Rabu, 27 Mei 2015

Dik, Mengapa kau putuskan aku


--Mawar tertunduk lesu dengan menggenggam sebuah surat dari Tetranychus, pacarnya. Mawar tidak bisa menahan pilu dan tangisnya. Surat Tetranychus berbunyi “ My Dear, semoga kamu masih dalam lindungan allah sang pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan, sholawat serta salam kita sampaikan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Dik Mawar, selama setahun lebih kita jalan bareng, suka duka dalam pacaran telah kita lalui dan sekarang (akhir-akhir) ini aku menjauh darimu kukan karena kebencianku padamu tapi ada cinta lin yang tumbuh dihati yaitu cintaku pada allah dan rasulnya dan aku harap kamu juga begitu.

Aku sekarang dalam pembinaan islam intensif (Halaqah), dari halaqah inilah aku sedikit banyak mengenal islam yang benar. Tanpa kita sadari karena kebodohan kita banyak aktivitas kita dalam pacaran yang melanggar syariat allah. Dik, aku menyesal pernah memegang tangan mu, memelukmu bahkan mencium pipimu padahal kamu belum menjadi istriku dan aku menyesal pernah berdua-duaan denganmu, karena allah dan rasulnya mengharamkan semua itu.

Dik, bukankah kita ini orang islam yang beriman, yang mengimani adanya allah yang maha esa, muhammad adalah rasulullah, al quran firman allah, malaikat-malaikat allah, adanya hari kiamat dan pembalasan serta taqdir baik dan buruknya dari allah SWT, tetapi mengapa ketika allah membuat aturan, kita tidak menurutinya?. Katanya ingin selamat dunia akhirat tapi mengapa memilih jalan kesesatan, bukan malah jalan yang diridhoi allah yaitu syariat islam?

Dik, aku sekarang ingin menjadi orang yang bertaubat, orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, bukan iman dengan embel-embel “Tapi”. Dik, islam telah mengatur hubungan pria dan wanita secara sempurna:
     1.       Islam memerintahkan kepada manusia baik pria maupun wanita untuk menundukan pandangan (lihat Qs. An Nur:30-31)
     
     2.       Islam memerintakan kaum wanita untuk mengenakan pakaian secara sempurna ketika keluar rumah dengan memakai keluar rumah dengan memakai kerudung (khimar) dan jilbab (baju terusan/baju kurung). (lihat surat An Nur 31 dan Al Ahzab:59)
     
     3.       Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari satu tempat ke tempaat yang lain selama sehari semalam kecuali disertai mahramnya.
     
     4.       Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan) kecuali wanita itu disertai mahramnya. Rasulullah bersabda “tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat kecuali kecuali wanita itu disertai mahramnya”.
     
     5.       Islam melarang wanita untuk keluar rumah kecuali seizin suaminya. Dari Anas ra “disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang berpergian seraya melarang istrinya keluar rumah, kemudian dikabarkan bahwa ayah itu sakit. Wanita itu lantas meminta izin kepada Rasulullah SAW agar di bolehkan menjenguka ayahnya. Rasulullah menjawab “hendaklah kamu takut kepada allah dan janganlah kamu melanggar pesan suamimu”. Tidak lama kemudian ayahnya meninggal, kemudian wanita itu pun kembali meminta izin kepada rasulullah SAW agar dibolehkan melayat ayahnya. Beliau (rasulullah) kembali bersabda ‘hendaklah kamu takut kepada allah SWT, menurunkan wahyu kepada nabi SAW, sesungguhnya aku telah mengampuni wanita itu karena ketaatan dirinya kepada suaminya”.
     
     6.       Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus hendaknya jama’ah (komunitas/organisasi) kaum wanita terisah dari jamaah kaum laki-laki, begitu juga dimasjid, disekolah, dsb. seorang wanita hendaknya hidup ditengah-tengah kaum wanita, begitu pun kaum pria hidup ditengah-tengah kaum pria. Meski demikian dalam islam seorang wanita dapat melakukan aktifitas yang bersifat umum seperti mengajar, jual beli, dosen, dokter, politisi, dsb.
     
     7.       Islam sangaat menjaga agar hubungan kerjasama antara pria wanita hendaknya bersifat umum dalam urusan-urusan muamalah, pendidikan, politik, kesehatan, dsb. Bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara pria dengan wanita yang bukan mahromnya atau jalan-jalan bersama. Sebab kerjasama antara keduanya bertujuan agar wanita mendapatkan apa yang menjadi hak-hak nya dan kemaslahatannya, disamping agar mereka melaksanakan apa yang menjadi kewajiban-kewajibanya.

Dik Mawar, itulah yang ku pahami dan ku imani bahkan sekarang ku perjuangkan agar bisa mengentaskan diri dari masyarakat dari kerusakan. Coba lihat kasus-kasus perzinaan akibat pacaran, kehamilan diluar nikah, aborsi, bahkan pembunuhan akibat pergaulan bebas. Aku tidak ingin mengotori inta suci yang diberi allah kepada manusia. Aku ingin membina keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah.

Dik, sekali lagi maafkan aku, bukan karena wanita lain aku memutuskan mu tetapi karena iman yang tertanam di dada, karena aku menyayangi mu dan aku tidak ingin kamu rusak. Aku ingin cinta dan benciku karena allah.

Dik, kita putus pacaran bukan berarti puts persaudaraan. Kamu adalah saudara seiman/seaqidah dan semuslim. Ku harap kamu menjadi wanita halihah yang akan melahirkan generai-generasi pejuang islam. Jika pun kita bejodoh pasti akan dipertemukan dalam singgasana keridhoaanya, tapi aku tidak ingin cara pacaran dan cara-cara yang di murkai allah. Aku ingin ketemu jodoh dijalan yang diridhoi allah (sesuai syariat islam).

Dunia adalah ladang amal
Ku tanam kebaikan, ku petik kebaikan
Ku tanam keburukan, ku tuai keburukan
Yang pasti ladang itu akan musnah
Hanya satu kehidupan yang kekal
Kehidupan yang hanya ada dua pilihan neraka atau surga.
Itulah kampung akhirat tempat kita kembali.
Please forgive me,
Memories never die
Dari saudaramu
Tetranychus

Mawar pun termenung dalam kesendirian, dalam seribu tanya sesak di dada, pemahaman apa yang bisa merubah tetranychus dan keimanan seperti apa yang ia miliki sekarang sehingga ia mampu mengorbankan cinta yang terbina bertahun-tahun.

Jalan islam? Ya, islam yang merubah itu semua hingga kemuliaan menghampiri Tetranychus. Pemikiran mawar berkecamuk, tetapi hatinya sangat kuat untuk mencoba mengikuti halaqah mengikuti jejak tetranychus, hanya karen ingin mendapatkan ridho ilahi atau berubah karena allah bukan karena dan sebab yang lain.

#catatan :
Cerita ini ditulis teruntuk si pria dan si wanita yang sudah pernah atau pun belum pernah pacaran, dan cerita ini ku persembahkan untuk orang-orang yang berani mengambil jalan kebenaran dalam ridho ilahi (mengharap ridho allah). Orang-orang yang bersabar dan istiqomah dalam ketaatan kepada allah swt.


Sumber : Dakwahislam.net

Selasa, 26 Mei 2015

Komunikasi yang syar'i

Kehidupan merupakan sesuatu yang alami, didalamnya penuh dengan aneka ragam dinamika, retorika dari berbagai aspek kehidupan yang semuanya itu tidak dapat di pisahkan dari tindakan yang namanya interaksi.Bermasyarakat, bertetangga, saling mambantu, gotong royong, berkomunikas, saling berbagi informasi, dan lain lain merupakan tindakan dari interaksi.

sebagai seseorang yang normal tentu mendambakan suasana yang nyaman, harmaonis, aman dan kodusif baik didalam lingkungan keluarga maupun dilingkungan masyarakat tempat kita tinggal. apa yang kita harapkan tadi akan terwujud apabila di barengi dengan interaksi yang baik (syar'i).kegiatan interaksi sangat lekat kaitannya dengan proses komunikasi.

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian sesuatu kepada orang lain untuk memberikan intuksi, menyampaikan berita sehingga orang tersebut paham apa yang harus ia kerjakan. komunikasi juga merupakan proes penyampain sesuatu untuk merubah prilaku orang lain, baik secara lisan maupun secara tertulis melalui berbagai media yang ada.

Kominukasi di dalam agama islam, mewajibkan siapapun yang diajak bicara harus di hargai, dan berbica denga perkacaan yang lemah lembut dan sopan santun sebagaimana yang telah dicontohkan oleh kuduwa hasana kita nabi besar muhammad saw dalam keseharannya.

Didalam sebuah hadis Rasulullah bersabda " Diantara sebab mendapat ampunan allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik" (HR. Thabrani) dan sebenarnya masih banyak lagi hadis lainnya yang menyuruh kita bertutur kata dengan baik.

Berdasarkan Hasil penelitian Harvard University, Amerika Serikat: kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 % dengan hard skill dan sisanya 80 % dengan soft skill (Komunikasi).

Hal ini membuktikan besarnya pengaruh kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi dalam membangun kesuksesan hidup didunia dan di akhirat.

Ada enam cara berkomunikasi yang syar'i di dalam islam:
1. Qaulan Karima (perkataan yang mulia)
Qaulan Karima merupakan perkataan yang disampaikan dengan struktur dan tata bahasa yang benar dengan menggunakan kata-kata yang mulia dan menghindari kata-kata mengejek, memojokan dan kata-kata tercelah lainnya.

Didalam Al quran allah ber firman “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orangtuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, seklai kali janganlah kamu mengatakan kepada kedanya perkatan ‘ah’ dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Karima –ucapan yang mulia” (QS. Al-Isra: 23).

Qaulan Karima adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama. Dalam ayat tersebut perkataan yang mulia wajib dilakukan saat berbicara dengan kedua orangtua. Kita dilarang membentak mereka atau mengucapkan kata-kata yang sekiranya menyakiti hati mereka.

Qaulan Karima harus digunakan khususnya saat berkomunikasi dengan kedua orangtua atau orang yang harus kita hormati. Qaulan Karima adalah "kata-kata yang hormat, sopan, lemah lembut di hadapan mereka" (Ibnu Katsir).

2.  Qoulan Ma'rufan
Qaulan Ma’rufan merupakan perkataan yang tata bahasa disampaikan dengan sebaik-baik perkataan agar tidak menyakit orang yang menjadi teman berkomunikasi. Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan. Qaulan Ma’rufa juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan (maslahat). Dalam Tafsir Al-Qurtubi dijelaskan, Qaulan Ma’rufa yaitu melembutkan kata-kata dan menepati janji.

di dalam al quran allah berfirman “perkataan yang baik– dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 263).

Dalam sebuah hadist rasulullah juga menyampaikan“Berkat yang baik atau diam".

Sebagai seorang muslim yang beriman kta harus senantiasa menjaga lisan kita agar tetap terjaga dari perkataan yang sia-sia, apa yang kita ucapkan haluslah mengandung nasehat kebaikan-kebaikan.


3. Qaulan Sadidan
Qaulan Sadidan harus menjadi ciri khas kita seorang muslim, berkata dengan jujur dan benar tidak berdusta dan berbohong menjadi kepribadian yang melekat pada setia mulim.

Allah berfirman “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida –perkataan yang benar” (QS. An-Nisa:9)

Dalam Tafsir Al-Qurtubi dijelaskan, as-sadid yaitu perkataan yang bijaksana dan perkataan yang benar.

Dalam beromunikasi (berbicara) harus menginformaadisikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta. “Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta” (QS. Al-Hajj:30). “Katakanlah kebenaran walaupun pahit rasanya” (HR Ibnu Hibban).

4. Qaulan Balighan
Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele. Orang yang bijak dalam menyampaikan juga harus melihat situasi dan kondisi yang tepat pula sehingga apa yang dia sampaikan tepat dan memberi dampak yang signifikan bagi pendengarnya.

allah berfirman “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha –perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.“ (QS An-Nissa :63).

Dalam Tafsir al-Maraghi diterangkan, Qoulan Balighan yaitu “perkataan yang bekasnya hendak kamu tanamkan di dalam jiwa mereka”.

Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.

“Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar akal (intelektualitas) mereka” (H.R. Muslim).

”Tidak kami utus seorang rasul kecuali ia harus menjelaskan dengann bahasa kaumnya” (QS.Ibrahim:4)


5. Qulan Layina
Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati.Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi kasar.

Allah berfirman “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina (kata-kata yang lemah-lembut)…” (QS. Thaha: 44).

Ayat di atas adalah perintah Allah SWT kepada Nabi Musa dan Harun agar berbicara lemah-lembut, tidak kasar, kepada Fir’aun. Dengan Qaulan Layina, hati komunikan (orang yang diajak berkomunikasi) akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan komunikasi kita.

Menurut Tafsir Al-Qurtubi, ayat ini merekomendasikan untuk memberi peringatan dan melarang sesuatu yang munkar dengan cara yang simpatik melalui ungkapan atau kata-kata yang baik dan hendaknya hal itu dilakukan dengan menggunakan perkataan yang lemah lembut, lebih-lebih jika hal itu dilakukan terhadap penguasa atau orang-orang yang berpangkat.

6. Qaulan Maysura
Qaulan Maysura (Maisuran) bermakna ucapan yang mudah, yakni mudah dicerna, mudah dimengerti, dan dipahami oleh komunikan. Makna lainnya adalah kata-kata yang menyenangkan atau berisi hal-hal yang menggembirakan.

allah berfirman ”Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura –ucapan yang mudah” (QS. Al-Isra: 28).

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, Qaulan Maysura adalah ucapan-ucapan yang pantas, halus, dan lembut. Menurut Tafsir Al-Azhar, ia adalah kata-kata yang menyenangkan. Karena kadang-kadang kata-kata yang halus dan berbudi lagi membuat orang senang dan lega, lebih berharga daripada uang dan perhiasaan.

dengan kita mengetahui cara berkomunikasi yang baik maka mari kita amalkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberi mafaat apa yang kita sampaikan.
allahua'lam bishawab

Senin, 18 Mei 2015

Pemuda Ideal, Harapan bangsa

Pemuda (pelajar dan mahasiswa) merupakan pilar kebangkita suatu bangsa, jika pemudanya rusak maka rusak pulah lah suatu bangsa, begitu pula baik pemudannya maka baik pula lah bangsa tersebut. Dan jika kita melihat kondisi pemuda indonesia saat ini maka beta banyaknya pergesaran yang ter jadi pada anak muda kita saat ini.

Di mulai dari pergeseran prilaku, moral dan keintelektualan yang selalu melekat pada diri pemuda pada khususnya, hal ini bisa kita lihat, banyaknya anak muda kita lebih suka nonton dari pada membaca, lebih suka nongkrong di mall dari pada di perpus, lebih suka ngames dari pada diskusi, dan lebih suka malas-malasan mengikuti gaya barat dan korea dari pada praktek ke ilmuan dan sosial.

Feminis ala korea melululantakn mental remaja putri indonesia sehingga yang terlihat oleh remaja putri indonesia hanya popularitas, kekayaan dan gaya hidup poya-poya, sedangkan pada remaja putra indonesia di bius dengan kesenangan seperti obat-obatan, perzinahan, hubungan sesama jenis dan banyak lagi lainnya. Dua budaya ini menelan banyak korban yang melanda pemuda dan pemudi indonesia saat ini.

Untuk menjadikan generasi muda bangsa ini menjadi generasi gemilang dan menjadikan bangsa ini bangsa yang maju dan disegani oleh bangsa lain, maka setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan para pemuda:
1.       Membaca
Bagi para pemuda membaca merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sebab bagaimana mereka akan untuk mendapatkan informasi untuk menunjang aktivitas kesehariannya, baik dalam memperdalam keilmuan yang sedang dikeluti atau hanya untuk mendapat informasi untuk menambah khasana pengetahuan.

Di samping itu, membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta Koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media lain seperti televise dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.

Ada beberapa manfaaat membaca menurut Jordan E. Ayan, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis kecerdasaan, diantaranya adalah,
- Membaca menambah kosakata dan pengetahuan akan tata bahasa dan sintaksis.
- Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berintropeksi dan melontarkan pertanyaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain.
- Membaca memicu imajinasi. Buku yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya.
Masih gak mau baca! Klo masih gak mau baca jangan jadi pemuda jadi mayat aj. Mayatkan gak butuh informasi...hehe


2.      Menulis adalah sebuah keteramendapatkanmpilan yang seharusnya dimiliki oleh setiap generasi muda apalagi untuk pada akademisi yang jelas-jelas berkecimpung dalam dunia tulis-menulis. Sayangnya, fakta yang terjadi hanya sedikit para anak muda akademisi yang memiliki kemampuan menulis. Bukan hanya siswa/mahasiswa namun juga untuk dosen-dosen dan tenaga pendidik yang seharusnya memiliki keterampilan menulis dan menghasilkan tulisan/karya bermanfaat yang tidak hanya dibaca oleh peserta didiknya, namun juga bisa dibaca oleh semua orang.

Kenyataanya, para pemuda saat ini hanya sedikit yang memiliki keterampilan menulis atau hanya sedikit sekali yang mau menulis dan mengabadikan ilmu yang ada di pikirannya dalam sebuah tulisan. Kebanyakan dari mereka beralasan terlalu sibuk sehingga tidak sempat menulis, namun kita juga dapat membandingkan bahwa ada beberapa akademisi yang bahkan jauh lebih sibuk namun tetap menulis dan menghasilkan karya.

Jadi, permasalahan mendasarnya bukan karena sibuk atau tidak, tetapi mau menulis atau tidak. Jika seorang pelajar/mahasiswa sudah tidak memiliki semangat untuk menulis, bagaimana keilmuan pelajar/mahasiswanya? Belum lagi, kurangnya wadah bagi siswa/mahasiswa dalam menyalurkan keterampilan menulisnya, semakin memperparah persoalan ini.

Perpustakaan di sekolah/kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa/mahasiswa. Tak heran, Karenanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum mempunyai budaya membaca, apalagi menulis.

Coba kita lihat hasil Survei UNDP 2013 yang menyatakan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2012 menduduki peringkat 121 dari 187 negara dengan skor 0,629. Sementara untuk ASEAN IPM Indonesia masih di bawah Malaysia, yang menempati peringkat 64 dengan skor 0,769, Singapura 18 (0,895), Thailand 103 (0,690) dan Brunei Darussalam di posisi 30 (0,855). (Sindonews.com, 18/9/2013)

Survei UNDP di atas diperkuat oleh Data Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI), di mana jumlah jurnal ilmiah (cetak) di Indonesia hanya sekitar 7.000 buah. Dari jumlah tersebut, hanya 4.000 jurnal yang masih terbit secara rutin, dan sedikitnya hanya 300 jurnal ilmiah nasional yang telah mendapatkan akreditasi LIPI. Sedangkan data dari Scimagojr, Journal and Country Rank tahun 2011 menunjukkan selama kurun 1996-2010 Indonesia telah memiliki 13.047 jurnal ilmiah. Dari 236 negara yang diranking, Indonesia berada di posisi ke-64. Sementara Malaysia telah memiliki 55.211 jurnal ilmiah dan Thailand 58.931 jurnal ilmiah. (Kompas.com, 7/2/2012).

Data dari UNDP dan LIPI tersebut sudah menjadi bukti konkret rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Sementara persoalan rendahnya menulis di kalangan pelajar/ mahasiswa berhubungan dengan sistem pembelajaran menulis itu sendiri. Kebanyakan mahasiswa Indonesia tidak pernah mendapatkan materi bagaimana cara menulis yang benar. Mahasiswa Indonesia banyak yang “buta menulis”.

Pembelajaran menulis hanya diberikan di jurusan-jurasan tertentu, seperti sastra dan komunikasi. Padahal semua mahasiswa membutuhkan keterampilan ini. Di kedua jurusan ini pun pembelajaran menulis belum dikatakan berhasil, karena masih jarang penulis yang bisa dihasilkan dari jurusan tersebut. Sistem pembelajaran menulis masih sangat teoretis dan tidak praktis. Masalahnya, dosen tak terbiasa menulis sehingga terjadi pemandulan dan pemasungan kreativitas mahasiswa karena pendekatan teoretis para dosennya. Seorang mahasiswa, dosen dan profesor sekalipun tidak akan pernah bisa menyusun skripsi, tesis maupun disertasi tanpa melalui pembacaan terhadap teks-teks terlebih dahulu.

Membaca dan menulis sudah menjadi ciri khas negara maju di mana kebanyakan penduduknya menjadikan membaca sebagai makanan sehari-hari. Salah satu negara yang menjadikan budaya membaca sebagai kebutuhan sehari-hari adalah Jepang. Bahkan untuk Human Development Indeks (HDI), Jepang menempati urutan tertinggi dengan persentase melek huruf masyarakatnya mencapai 99%. Tinggi rendahnya HDI inilah yang menjadi indikator kemajuan sebuah bangsa. Bangsa Jepang sangat senang sekali membaca. Mereka tidak menganggap bahwa membaca itu adalah suatu kewajiban di sekolah, tapi suatu kebutuhan.

Sementara pada umumnya masyarakat Indonesia lebih suka belanja ketimbang membeli buku atau koran. Mereka lebih suka menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang mewah, seperti handphone, gadget, dan pakaian terbaru. Kurangnya minat baca menjadi salah satu faktor bangsa ini tertinggal dari negara-negara lain.

Khotijah Kamsul dalam artikelnya, Strategi Pengembangan Minat dan Gemar Membaca menjelaskan, ada beberapa faktor yang menghambat peningkatan minat baca dalam masyarakat dewasa ini.
a.       langkanya keberadaan buku-buku anak yang menarik terbitan dalam negeri.
b.      semakin jarangnya bimbingan orang tua yang suka mendongeng sebelum tidur bagi anak-anak.
c.       pengaruh televisi yang bukannya mendorong anak-anak untuk membaca, tetapi lebih betah menonton acara-acara televisi.
d.      harga buku yang semakin tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakat.
e.       kurang tersedianya taman-taman bacaan yang gratis dengan koleksi buku yang lengkap dan menarik.

Akhirnya, sebagai kaum intelektual  pelajar/ mahasiswa harus mulai sadar akan pentingnya membaca dan menulis. Dengan menulis, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya atau mengkritisi berbagai permasalahan di negeri ini mulai dari masalah sosial, ekonomi maupun politik.

3.      Diskusi
Diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar fikiran, baik dalam kelompok kecil maupun besar, mengenai suatu masalah. Berdasarkan asal katanya, diskusi berasal bahasa Latin, discutio atau discusium, yang artinya 'bertukar pikiran'.

Bagi para pemuda diskusi merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan pola pikir, dan menemukan ide-ide untuk kemudian dijadikan rumusan perbaikan-perbaikan. Diskusi harus dijadikan budaya bagi para pemuda.. asalkan jangan diskusi kusir aja, diskusi yang gk bermanfaat..hehe
Diskusi yang baik akan membawa manfaat yang baik pula, diantaranya:
1.       Membiasakan sikap saling menghargai
2.      Menanamkan sikap demokrasi
3.      Mengembangkan daya berfikir
4.      Mengembangkan pengetahuan dan pengalaman
5.      Mewujudkan proses kreatif dan analitis
6.      Mengembangkan kebebasan pribadi
7.      Melatih kemampuan berbicara
Hayooo.. kita budayakan untuk berdiskusi dalam segala hal!
Mungkin kita sering melakukan diskusi disekolah atau pun dikampus namun, kadang kebanyakan diantara kita tidak memahami eksistensi dari diskusi yang kita lakukan, bahkan tak jarang diskusi yang kita lakukan keluar dari tema yang didiskusikan.
Bahkan sebagian teman kita beranggapan dari pada diskusi mendingan ngerumpi. Diskusi bikin pusing kepala.. ayooo kamu kah itu?
Mari jadikan diskusi sebagi sebuah kebutuhan...

          4.      Berorganisasi
Organisasi adalah sebuah wadah untuk para pelajar/mahasiswa mengelspresikan aspirasi mereka. Organisasi sangat penting dan ada disetiap sekolah/pergirian tinggi karena dengan adanya oraganisasi disetiap sekolah/perguruan tinggi akan banyak menampung kreatifitas pelajar/mahasiswanya, sehingga setiap aspirasi atau kreatifitas pelajar/mahasiswa tidak ada yang terbuang sia-sia.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa setiap orgnisasi harus mempunyai tiga unsur dasar yaitu sekelompok orang, kerjasama, dan tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama sekelompok orang dalam rangka mencapai tujuan bersama. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjaama, dimana kerjasama tersebut dicanangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja, dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Dengan bergabung aktif dalam organisasi pelajar /kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun ekstra sekolah atau kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berfikir, pengetahuan, ilmu-ilmu sosial, kepemimpinan serta manajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan didalam kurikulum normatif sekolah maupun perguruan tinggi.

Namun, didalm berorganisasilah dapat diraih dengan memanfatkan statusnya sebagai mahasiswa. Pemahaman arti enting sebuah organsisasi dan aktivitas organsasi pelajar/mahasiswa adalah salah satu persoalan pertam-tama harus diluruskan. Ada anggapan berorganisasi berarti berdemontrasi, atau berorganisasi khususnya dikampus tidak lebih dari sekedar membuang waktu, energi, ajang mencari kawan ata mencari jodohmerupakan bukti adanya kesalahpahanaman tentang persepsi sebagian mahasiswa tentang organisasinya snediri.

Berdasarkan hal tersebut maka organsiasi mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Dan peningkatan pelayanan terahadap masyarakat mahasiswa sebagai miniatur pemerintahan negara dalam penyelenggaraan negara yang semestinya dilakukan oleh aparatur negara. Maka, organisasi mahasiswa harus mengadopsi prinsip-prinsippememrintah layaknya dalam sebuah negara dan dikolaburasikan sebagai organisasi gerakan dan perjuangan mahasiswa.

Ada beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:
1. Memperluas pergaulan
2. Meningkatkan wawasan/pengetahuan
3. Membentuk pola pikir yang lebih baik
4. Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
5. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
6. Melatih leadership (kepemimpinan)
7. Belajar mengatur waktu
8. Memperluas jaringan (networking)
9. Mengasah kemampuan social
10 Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

Ada beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam memilih organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi Anda, antara lain:
1. Lihat visi dan misi organisasi itu
2. Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai dengan minat, kemampuan dan waktu luang Anda?
3. Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang Anda inginkan. Pelajari kemungkinan Anda menduduki posisi itu.
4. Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban Anda dengan bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan
5. Jika selama 3 bulan Anda merasakan manfaatnya maka teruskan, dan jika tidak bermanfaat segeralah mundur dan cari organisasi lain yang lebih sesuai.

Jika para pemuda saat ini sudah menjalankan empat hal ini maka ideal lah dia sebagai pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadikan bangsa ini maju dan berkembang.

Selamat mencoba...