baca juga

Kamis, 04 September 2014

Organisasi Dakwah Kampus mengasah kemampuan Religious, Emotional dan Skill (RES)



Aprin Sani
Penggiat Dakwah Kampus 
 
Ketika kita mendengar kata organisasi tentu yang terpikirkan dalam benak kita apa manfaat yang bisa kita dapat dari organisasi yang akan kita ikuti tersebut. Benarkan?. Secara arti mungkin kita semua sudah tahu bahwa organisasi adalah sekelompok orang yang berada dalam satu wadah dimana mereka berkumpul saling bekerjasama secara rasional, sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan bersama.

Di lingkungan kampus banyak sekali organisasi yang ditawarkan kepada mahasiswa, seperti organisasi di bidang politik, olahraga, kerohanian, karya tulis, karya seni dan sebagainya. Jadi mahasiswa dapat memilih organisasi apa yang sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. 

Namun ada diantara mahasiswa yang berpikir organisasi itu nggak penting "ngapain sih ikut organisasi, buang-buang waktu aja mending dimanfaatin buat belajar aja." . Yah begitu lah kira-kira ucapan para mahasiswa yang nggak ingin ikut dalam organisasi, katanya ntar kalau udah ikut organisasi takut waktu untuk kuliah nya tersita alhasil nilainya jeblok.

Dan yang menjadi pertanyaan adalah benarkah mereka yang ikut dan aktif beroraganisasi nilainya jeblok semua? Maka jawaban yang saya dapatkan dari para aktivis organisasi adalah tidak semua aktivis mendapat nilai jeblok bahkan hanya sebagian kecil saja. Sebagian besar pengakuan para aktivis nilai mereka meningkat ketika mereka aktif bergabung di organisasi.

Ini dari sudut pandang nilai, tapi ada banyak manfaat sebenarnya jika kita bergabung di gornanisasi. Pertama, Mendapat tambahan teman baru pada saat kita bergabung dalam satu organisasi,dimana awalnya kita hanya mengenal teman yang satu kelas dengan kita, tapi sekarang kita telah mengenal banyak teman baru. Kedua, Mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang akan kita dapatkan diwaktu kita ikut dalam sebuah organisasi, yang mungkin tidak kita dapat dalam bangku perkuliahan. Ketiga, Mendapatkan pengalaman baru dalam organisasi dengan aktif di berbagai kegiatan yang diadakan. Keempat, Mengasah keterampilan sosial Karena dalam organisasi lah kita berinteraksi dengan orang-orang yang mungkin berbeda karekteristiknya, sehingga melatih kita untuk dapat memahami satu sama lain. Kelima, Belajar menjadi pemimpin ini lah salah satu keuntungan dari organisasi, kita dilatih untuk menjadi pemimpin.

“Jadi buat teman-teman mahasiswa let’s join us in organization!”

Lalu apa hubungan nya dengan organisasi dakwah dikampus? Apa sih organisasi dakwah kampus? Benarkah organisasi dakwah mengasah kemampuan religion, emosional dan skill? Gimana caranya? Dan mungkin ada banyak pertanyaan lain yang ada dibenak pembaca semuanya.

Sebelum kita kupas tentang organisasi dakwah dikampus, saya ini mempertegas tema diatas dengan pernyataan ”Daniel Coleman bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan Intelektual atau intelektual Quotient (IQ), tetapi juga ditentukan oleh kecerdasan emosi atau emotion quotient (EQ) dan kecerdasaran spiritual atau spiritual quotient (SQ) . Bahkan kontribusi EQ dan SQ dalam menunjang keberhasilan seseorang jauh lebih besar dibanding IQ. Nah ini bukan saya yang bilang ya”.

Ada berbagai macam organisasi dikampus dan ada banyak nama organisasi dakwah dikampus seperti LDK (lembaga dakwah Kampus), UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam), FOSIK (Forum Study Islam Kampus), HMI (Himpinan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan masih banyak lagi lainnya.

Organisasi dakwah dikampus memberikan pernan yang sangat signifikan dalam mengasah kemampuan Religious, Emotional dan Skill (RES) karena di sana kita akan dilibatkan dan aktif diberbagai kegiatan ilmu yang mengasah ilmu keagamaan, mengasah skill dan emosional dalam berbagai training dan pembekalan yang diadakan organisasi tsb.

Saya akan mencoba menggambarkan segambar-gambarnya secara satu persatu secara singkat , padat dan semoga bisa dipahami oleh para pembaca semuanya. Pertama kita mulai dari mengasah kemampuan religiuos yang di adakan oleh organisasi dakwah dikampus adalah kita akan dilibatkan dalam berbagai kajian seperti kajian umum, kajian fiqih, belajar bahasa arab, belajar tahsin, mentoring/ liqo atau halaqoh (pembinaan) dan masih banyak lagi dauroh dan training keagamaan lainnya yang mampu memperluar wawasan pembaca tentang keagamaan.

Kedua mengasah kemampuan emosional disini dengan keterlibatan kita diorganisasi dan disetiap kegiatan akan memeberikan pembelajaran tentang karakter, etika, cara berkomunikasi, mengontrol emosi dan cara berbicara didepan umum (Publics Speaking) serta bisa menempatkan diri sesuai dengan tempatnya. Ini semua bisa kita dapatkan diorganisasi dakwah dikampus melalui training maupun kegiatan sosial kemanusian  yang dilaksanakan.

Yang terakhir, mengasah kemampuan skill. Skill disini bisa berupa soft skill dan hard skill, jika yang dimaksud soft skill maka pemabaca akan mendapatkannya melalui pelatihan- pelatihan yang diadakan oleh organisasi tsb seperti latihan kepemimpinan, latihan publics speaking  dan lainnya. Jika yang dimaksud itu hard skill maka para pembaca juga akan mendapatkan nya melalui training dan workshop yang diadakan oleh organisasi tersebut seperti training jurnalistik, training kewirausahaan dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat mengasah kemampuan religious , emotional dan skill anda dengan bergabung di organisasi dakwah dikampus.

Sekarang gimana caranya? Caranya pembaca bisa lansung  datangein sekretariatnya. Dan mengisi form pendaftaran dan ikuti kegiatannya. Pembaca yang budiman, semua yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman saya selama bergabung di organisasi dakwah dikampus terutama di LDK UNRIKA dan KAMMI BATAM yang sudah membawah ku kedalan training, daurah dan workshop baik dikampus, luar kampus bahkan sampai kebebrapa kota diindonesia.
let's join us!
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar