baca juga

Jumat, 15 Mei 2015

Sosialis dan Bermafaat untuk orang lain



Sosialis dapat di artikan sifat/karakter yang lebih mengutamakan sikap saling tolong menolong, saling membantu, saling sepenanggungan dan saling berkasih sayang.

karakter sosial itu bisa kita curahkan kepada siapa saja hatah itu orang tua kita, saudara-saudara kita, teman , maupun orang lain yang ada disekeliling kita.

Bermafaat untuk orang lain merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai masyarakat sosial, karena pada dasarnya kebermanfaatan yang kita lakukan walaupun sekecil apapun, maka kita jugalah yang akan rasakan manfaatnya.

Dan, jika kita berbicara tentang kebermafaatan maka itu sangat penting, sampai-sampai rosulullah pernah bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain karena dengan memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. 

Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ
“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Contoh sederhananya ketika kita menyingkir duri dari jalan, maka secara tidak lansung kita telah melakukan kebaikan kepada diri kita sendiri, misalnya agar duri itu tidak mengenai kaki kita, agar duri tersebut tidak mengenai orang lain, dan lainnya.

Di zaman sekarang ini sudah sangat sedikit sekali orang-orang yang memiliki sifat sosial dan pola pikir serta tindakan untuk memberi manfaat untuk orang lain, sebagian mereka hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri saja dan melupankan kepentingan orang lain.

Dan sekarang ini kita banyak melihat kejadian/musibah yang bertubi-tubi melanda bangsa kita mulai dari banjir, gunung meletus dan masih banyak musibah lainnya yang banyak merenggut korban jiwa.
Seharusnya kejadian seperti ini menjadikan kita lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan sosial kita. 

Karena seperti yang kita ketahui bersama kerusakan dimuka bumi ini tidak terjadi dengan sendirinya akan tetapi kerusakan yang terjadi dimuka bumi ini oleh ulah tangan manusia, sebagaimana tuhanmu berkata dalam firmannya “Sesungguhnya kerusakan di muka bumi ini disebabkan oleh tangan”.

Maka dari itu mari kita tingkatkan lagi sifat sosial dan kebermanfaatan kita terhadap saudara-saudara kita, entah itu melalui kebutuhan material maupun tenaga yang kita punya untuk memberi terus manfaat kepada sesama manusia.   

Saya teringat dengan firman Allah SWT yang artinya “ Sesungguhnya kaum muslimin itu adalah bersaudara, [Al-Hujarat:10).

Firman ini menggambarkan bahwa kita adalh saudara, ibarat satu tubuh jika ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain ikut merasakannya. Maka dari itu mari kita bangun kembali sifat sosial dan kebermanfaatan kita untuk membantu (dengan materi,tenaga ataupun pikiran), dan memberi solusi sebelum terjadi murka allah melalui bencana alam (gunung meletus, banjir, kebakaran,dll).

Seseorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi maka banyak jugalah kebermanfaatan yang dia berikan kepada orang-orang dilingkungannya. Pada dasarnya kita sebagai umat muslim wajib hukum nya saling membantu satu sama lainya, dan membantu orang lain juga tidak hanya dengan materi semata, melainkan dengan tenaga (dengan kemampuan yang kita miliki), pikiran dan yang paling penting membantunya itu dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan apapun.

Saudaraku agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.

Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar