baca juga

Senin, 08 Agustus 2011

berdagang

Apa kabar sahabat.. Sampai saat ini masih berpuasa kan? Ooia,,, terdengar masih semangat.. ^__^
........


Salah seorang sahabat Rasulullah, Abu Sa’id al Khudzri pernah bercerita tentang keluarga Fatimah Az Zahra.

Pada suatu hari Ali Bin Abu Thalib bertanya kepada istrinya, Fatimah :”Apakah ada makanan untuk kita hari ini?”.
Fatimah, putri kesayangan Rasulullah menjawab :” Aku sendiri sudah dua hari ini tidak makan sesautu. Aku sedih memikirkan Hassan dan Hussein anak-anak kita”

“Mengapa engkau diam saja dan tidak memberitahu aku, supaya aku bisa berusaha mencari rezeki”, kata Imam Ali

“Sungguh Aku malu pada Allah”, jawab Fatimah
“Aku tidak mau membebanimu dengan sesuatu yang tidak dapat engkau pikul wahai suamiku”, lanjut Fatimah dengan suara yang lemah lembut.

***

Mendengar ucapan istrinya tersebut Imam Ali segera keluar rumahnya dengan penuh rasa haru. Kemudian Ali pergi menuju rumah sahabatnya. Ia meminjam uang satu dinar. Ia bermaksud membeli makanan buat keluarganya yang ia cintai. Kemudian Imam Ali pergi menuju pasar untu berbelanja.

Akan tetapi pada saat ia hendak membayar makanan yang dibelinya, ia melihat Miqdad, sahabatnya yang menatapnya dengan memelas. Setelah memanggilnya Imam Ali bertanya perihal sahabatnya Miqdad. Baru setelah didesak berkali-kali ia menceriterakan penderitaan keluarganya yang juga belum makan dan ia tidak tega melihat anak-anaknya menangis minta makan.

“Wahai Miqdad sahabatku, demi Allah, apa yang menyusahkanmu sama dengan apa yang menyusahkanku. Aku-pun baru meminjam satu dinar buat makanan keluargaku. Tetapi ambillah uang ini. Engkau lebih membutuhkannya ketimbang aku”.

***

Imam Ali kemudian pergi ke Masjid untuk menunaikan shalat Dzuhur bersama Rasulullah. Usai shalat dan berdzikir bersama Rasulullah, alangkah terkejutnya Imam Ali, ketika Rasulullah mertuanya mengajaknya pulang karena ia ingin makan siang bersama di kediaman Imam Ali dan putri kesayangannya Fatimah Az Zahra.

Imam Ali tak dapat menolak dan berkata-kata, ia hanya berpikir, apa kira-kira yang hendak dimakan bersama Rasulullah setibanya di rumahnya nanti?. Namun ia tetap dengan setia mengiringi Nabi pergi ke rumahnya. Setelah sampai di rumahnya ia terkejut kala mencium aroma sedap dari makanan lezat yang telah tersedia. Ketika Imam Ali kebingungan memikirkan asal muasal makanan tersebut, Rasulullah berkata :” Wahai Ali, makanan di meja ini adalah pemberian Allah, sebagai balasan atas satu dinar yang telah engkau berikan pada Miqdad sahabatmu”.

Ali tertegun sejenak dan ia teringat akan Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 276 :” Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”

“Apabila daganganmu merugi, kata” Ali Bin Abu Thalib“, maka berdaganglah dengan Allah melalui sedekahmu”. (Biharul Anwar)

Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad

***

Dan itu semua adalah janji Allah kepada kita sebagai umat muslim seperti dalam surat-surat berikut:

Al Baqarah (2) :245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Al Baqarah (2) :261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Al Hadid (57) :11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak,
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar