baca juga

Minggu, 25 Maret 2012

LEBIH BAIK MENJADI HITA DARI PADA PUTIH ABU ABU


by : Asa


Hidup adalah sebuah kompetisi antara menjadi manusia baik atau  manusia munafik. Setiap manusia selalu ditawarkan berbagai kebaikan atau keburukan. Kitalah yang memilih jalan hidup kita sendiri apakah kita ingin melakukan kebaikan atau sebaliknya.

Ada yang mengatakan “lebih baik menjadi HITAM dari pada PUTIH ABU ABU”. Ketika kita dihadapkan dengan warna hitam berarti apa yang kita lakukan lebih banyak mengarah kepada hal-hal yang kurang baik (buruk).

Dan jika kita dihadapkan dengan warna putih berarti apa yang kita lakukan lebih banyak mengarah kepada hal-hal yang baik. Dan bila kita dihadapkan dengan warna putih abu abu berarti kita termasuk orang yang munafik.

Dalam alquran sudah dijelaskan oleh allah bahwa umat  manusia di bagi tiga golongan yaitu orang mukmin, kafir dan orang munafik. Orang beriman (mukmin) sudah dijelaskan dengan sangat singkat dan orang kafir dijelaskan dengan jelas dalam satu ayat namun pembahasan orang-orang munafik dijelaskan dengan panjang lebar.

Munafik adalah mereka yang berpura-pura mengikuti namun sebenarnya tidak menikuti dalam hatinya.Dan orang yang munafik sangatlah dibenci oleh allah swt.seperti dalam firman allah:

" Didalam hati mereka ada penyakit dan allah telah menambah penyakit mereka. Dan bagi mereka siksa yang amat pedih akibat kebohongan yang mereka lakukan (Al-Baqarah: 10)"

Jadi mungkin benar apa yang dimaksud lebih baik menjadi hitam dari pada menjadi putih abu abu karna lebih baik kita mengatakan diri kita buruk yang dengan sejujurnya kita melakukan keburukan dari pada kita mengatakan diri kita baik tapi ternyata kita tidak melakukan kebaikan (munafik).
Sesungguhnya orang ditakutkan oleh rosulullah saw bukanlah setan,jin,memedi dan sejenisnya tapi yang ditakutkan oleh rosulullah  adalah orang alim yang munafik Seperti dalam sabda rosulullah saw:

“Umar berkata sungguh yang paling aku khawatirkan dari kalian munafiq ‘alin (yang bepengetahuan )”, lalu para sahabat bertanya “bagai mana mungkin seorang munafik memiliki sifat ‘alim? Umar mejawab “ia berbicara dengan penuh hikma namun melakukan kezoliman dan kemungkaran”.Jadi orang orang munafik itu bisa berada dimana-mana baik dalam keburukan maupun dalam kebaikan. Untuk mengetahui cirri-ciri orang munafik sbb:

Dari Abdullah bin umar dan Abu Hurairah RA, bahwa rosulullah saw, bersabda:

"ada empat perkara yang apabila terkumpul pada diri seseorang, maka ia adalah orang munafik tulen.Dan barang siapa yang hanya terkumpul salah satu darinya, maja ia telah memiliki tabiat orang munafik sampai ia dapat meninggalkanya. yaitu jika ia dipercaya maka ia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia akan ingkar janji, jika berseteru ia akan berbuat keji."

kemunafikan digambarkan sebagai sindrom berbahaya bagi setiap individu kaum muslim. karna itu mutlak harus dijahui sifat munafik tsb. kemunafikan juga membahayakan bagi umat manusia dan hari depan kehidupan. Allah Azzawajalah telah memperingatkan kepada orang-orang mukmin tentang sosok orang-orang munafik.mereka adalah orang-orang yang lebih pantas untuk dimusuhi ,dilawan dan dihadafi sebagai musuh nyata dibanding usuh yang jauh lokasinya, sudah diketahui, dan jelas keberadaanya. Allah swt berfirman :

"Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan merteka.mereka adalah seakan akan kau yang tersandar. mereka mengirah bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka.mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?" (Al-munafiqun:4)

Allah aza wa jalla mengingatkan orang-orang mukmin , bahwa orang-orang munafik adalah musuh yang sesunggunya yang harus diwaspadai, awas dari tipu daya, kelicikan dan kecendrungan sikap aniaya mereka. mereka berusaha menguping kaum muslimin secara sembunyi-sembunyi demi kemaslahatan orang-orang kafir. allah ta'allah berfirman:

" Hai nabi,berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ,ialah neraka jahanam. dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya".(At-Taubah:73, At-Tahrim: 9).

Jadi  berhati-hatilah terhadap orang yang munafik, orang yang munafik ibarat pagar makan tanaman diam-diam dia akan menikam mu dari belakan,Maka lebih baik hitam dari pada putih abu abu.
Afwanminkum
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar