baca juga

Senin, 11 Juli 2016

Amanah


Kata amanah mererupakan kata yang sangat familyar bagi kita semua. Amanah sering kali dikaitkan dengan kekuasaan, jabatan dan materi, namun sebenarnya amanah tidak hanya itu. Amanah secara syar’i berarti menunaikan segala yang dititpkan atau dipercaakankepadanya.

Itulah makna amanah seperti dalam firman Allah swt.:
Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58).

Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Amanah adalah menunaikan hak Allah dan juga hak manusia, serta hak makhluk lain di muka bumi ini. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah, memelihalah lingkungan adalah amanah. Dan lain sebagainya.

sabda Rasulullah saw,:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dan Allah swt juga. berfirman:
Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)

Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya.
Lalu pertanyaan yang kemudian timbul adalah kenapa manusia yang siap menerima amanah? Sudah kita sebagai manusia menjalan amanah sesuai yang diperintahkan dalam al qur’an dan hadist diatas? Seberapa besar kita mampu mengemban amanah? Dan sederatan lainnya pertanyaan tentang amanah yang ada di benak kita.
Jika kita melihat kondisi kekinian sudah begitu banyak kerusakan yang terjadi, para koruptor berserakan, bencana alam dimana-mana, kekerasan seksual, perampokan (begal) meraja lelah seakan kita tidak perduli lagi tentang pertanggung jawaban amanah kehidupan ini.
kita mungkin bisa saja lolos dari mata hukum dunia namun kita tidak akan pernah bisa lepas dari pertanggung jawaban akhirat. Karena hakekatnya setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban walauppun sekecil apapun.
Maka dari itu mari kita persiapakan diri kita untuk semaksimal mungkin agar diberi kekuatan dan kemampuan dalam mengemban dan melaksanakan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab.


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar