This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

baca juga

Senin, 31 Desember 2012

Mencintai yang bedah


By : asa 

“Tak perlu rasanya kita diajari tentang cinta, tetapi pantas rasanya jika kita mengekspresikan cinta kita dengan memberikan bukti nyata cinta kita”.

Mungkin kita tidak pernah diajarkan tentang cinta dan mencintai dalam kehidupan ini, kita lebih banyak diajari bagaimana bergerak, dimulai bagaimana saat sejak kita masih kecil bahkan baru lahir pun Orang-orang tua, kak, abang dan saudara kita yang lain bahkan masyarakat kita selalu mengajarkan kita untuk selalu bergerak,,dan kemudian terus bergerak, sehingga gerak-gerak ini menghasilkan perbaikan baik secara individual maupun sosial.

ustad rahmad adullah mengatakan cinta akan meminta semuanya dari mu, bahkan waktu, harta dan tenagamu serta waktu diselah tidurmu jg.

Rasanya tidak lah pantas jika kita berbicara tentang cinta jika tidak ada sesuatupun yang bisa kita berikan untuknya. Hambar rasanya jika kita selalu menggelorakan kata-kata cinta jika kita masih tidak punya waktu yang akan kita korbankan untuk cinta.

Dan sangat tidak pantas lagi rasanya jika kita menyerukan kata cinta yang sangat indah ini jika kita yang masih ada dalam pikiran kita hanya kepentingan dan kebutuhan pribadi saja. Saat ini cinta sudah tak bermakna lagi yang ada hanya tinggal kata cinta nya saja.

Sekarang yang menjadi pertanyaan kita bersama adalah

Masih kah kita memiliki cinta?  

Kepada siapa kita akan memberikan cinta kita?

Seberapa komitmen kita akan cinta?

Mana bukti kita memiliki cinta?

Dan yang terakhir seberapa lama cinta kita mampu bertahan?

Saya rasa kita semua sudah tau jawaban dari semua pertanyaan diatas, sekarang tinggal bagaimana kita mengimplementasikan dan komitmen dalam menjalankan jawaban-jawaban dari pertanya diatas.
Cinta lahir dari seberapa kenal kita dengan objek yang kita cintai, dan komitmen didapat ketika cinta itu ada dan sudah bersemi dan implementasi merupakan wujud dari keduanya yang akan berbuah sebuah karya nyata.

Diera sekarang ini kita semua pasti sudah memiliki cinta dan komitmen, kenapa saya berkata seperti itu karena kita semua sudah dilatih dan di didik dan dibinah dengan cara yang luar biasa dan dengan asupan yang sangat super baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal.
 
Sekarang yang dinanti adalah bagaimana apa yang kita dapatkan itu bisa kita implementasikan baik secara individu maupun secara menyeluruh. Sehingga ada bukti nyata, bahwa kita semua masih memiliki cinta, komitmen dan kita bisa mengimplementasikannya.

"Cinta lahir dari komitmen-komitmen yang kita wujudkan dengan buktinya dari komitmen tsb"

Kamis, 06 Desember 2012

Generasi Memutus Mata Rantai Korupsi


DSC_0379
Aprin Sani
(Adk, Pengurus GKM Kepri ( Gerakan Kammi Mengajar  kepri) dan Ketua Pal Alif Batam)

 Dalam rangka memperingati hari korupsi sedunia mari kita lihat lagi kilas balik sejarah korupsi yang ada di Indonesia.

Sejarah Korupsi Di Indonesia
Korupsi yang terjadi sudah mengakar dan membudaya sejak dulu, dari sebelum dan sesudah kemerdekaan,orde lama , orde baru hingga berlanjut ke era reformasi hingga ke sekarang ini. Berbagai daya dan upaya telah dilakukan pemerintah untuk bisa memberantas korupsi di Indonesia, namun hasilnya jauh panggang dari api.

Ketika kita melihat lagi kebelakang akar permasalahan korupsi ini memang sudah tertanam sejak Indonesia belum merdeka ketika waktu itu para raja dan para penjajah membudayakan korupsinya dengan melalui pengambilan upeti yang bertujuan bukan untuk kepentingan orang banyak tapi upeti tersebut untuk mementingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

Namun yang menjadi titik tekan dari permasalahan korupsi ini adalah masyarakat belum melihat keseriusan dan kesungguhan pemerintah dalam upaya memberantas korupsi, sehingga permasalahan korupsi diindonesia ini tidak pernah selesai.

Sejarah Indonesia telah mengajarkan bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah dalam memberantas korupsi. Kita bisa melihat sejarah presiden Sukarno dalam memberantas korupsi , sang presiden membentuk badan pemberantasan korupsi yang bernama “Operasi Budhi dan Katrar (Komando Tertinggi Retooling Aparat Revolus” namun hasilnya tidak ada sama sekali.

Diera presiden Suharto usaha pemberantasan ini juga dilakukan dengan membentuk TPK (Tim Pemberantas Korupsi), namun lagi lagi gagal. Jika diorde lama dan orde baru korupsi banyak dilakukan oleh elit pemerintah namun berbedah di era reformasi hampir semua penyelenggarah pemerintahan tersandung kasus korupsi, sehingga virus korupsi yang sangat ganas ini sangat sulit untuk di basmi.

Kondisi saat ini
Menurut hasil survei tahun 2006 dari data transparansi internasional, Indonesia berada di posisi 130 dari 163 negara terkorupsi di dunia dengan index 2,4, namun ditahun tahun berikutnya indonesia mengalami penaikan peringkat yang signifikan seperti pada tahun 2007 dari 180 negara, Indonesia berada di posisi 130 dengan index 2,3 dan ditahun 2010 dan 2011 mengalami peningkantan lagi dari 182 negara indonesia berada  diposisi 100 dengan index 3,0.

Ditahun ini Indonesia masih menduduki posisi ke 100 negara terkorup di dunia. hal ini seperti yang di himpun oleh Fund For Please yang  telah meliris index ter baru di tahun 2012. Dalam penjelasannya dari 183 negara yang terkorup didunia, Indonesia berada di urutan ke 100. untuk urutan index korupsi Indonesia hanya berbeda 82 dari negara terkorup berdasarkan indek lembaga ini yaitu somalai. Dan negara yang paling bersih adalah New zeland.

Dan dari 16 negara yang ada di asia pasific, Indonesia masih memiliki posisi yang rendah sebagai negara  terkorup di asia pasifik, jika diumpamahkan rentang penilaian 0-10 indonesia mungkin mendapat nilai 3 , hal ini membuktikan bahwa pemerintah masih belum mampu dalam memberantas korupsi.

Masih banyaknya kasus korupsi dalam skandal kasus yang besar yang melibat melibatkan elit pemerintahan dan para poitisi yang sampai saat ini masih belum terselesaikan seharus menjadi PR kita bersama,apalagi ditambah banyaknya penegak hukum yang mencitrakan diri dan mencari simpati rakyat menjadi perhatian tersendiri bagi penulis.

Ditambah lagi budaya korupsi yang sudah mengakar di tubuh masyarakat Indonesia seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di kota batam tepatnya di kelurahan pulau terong masih adanya oknum pemerintahan sekelas kelurahan, Rt dan Rw yang mencoba melakukan praktik korupsi dengan memungut biaya pembuatan E-KTP yang sudah jelas dinyatakan gratis diseluruh Indonesia,dan kasus korup KPUD batam,korupsi Damker kepri, Korupsi Dana Hibah kepri,dll.
Itu contoh kecil yang terjadi di masyarakat kita saat ini, namun ada banyak lagi kasus kasus korupsi yang lebih besar  di indosenia yang belum tersentuh hukum seperti   kasus Bank century, Simulator Sim, dan masih banyak lagi yang lainnya. Inilah bukti bahwa peberantasan korupsi yang telah dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini masih sangat lemah dan sedikit sekali atau bisa dikatakan tidak ada.

Solusi
Melihat kondisi korupsi yang sudah mengakar dan sudah sangat para seperti ini penulis mencoba menawarkan solusi yang mungkin bisa mengatasi permasalahan korupsi diindonesia ini seperti pencegahan dan pemberantasan.

Solusi yang pertama adalah pemangkasan generasi, pemangkasan generasi dan keterlibatan pemuda dan mahasiswa dalam pengkawalan pemerintahan yang bersih dari korupsi , kolusi dan nepotisme sangat diperlukan saat ini mengingat permasalahan korupsi butuh energy dan pikiran yang keras dalam hal ini dimiliki oleh generasi mudah sebagai penyambung estafet kepemimpinan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang.

Penulis ingin mengajak kita semua belajar bagaimana di era krisis menimpah korea dan bagaimana korea bisa membebaskan negaranya dari krisis yang telah menghancurkan korea akibat koruptor yang merajalela. Hal ini tak lain dari adanya peran pemuda dan mahasiswa .

Demo rakyat, pemuda dan mahasiswa saat itu tidak cukup untuk mengubah korea, maka dilakukanlah pemangkasan generasi dengan membersikan unsur-unsur yang membahayakan negara (seperti KKN) dan melibatkan secara lansung pemuda dan mahasiswa, serta menghukum mati tikus-tikus negara.

Kedua, Menindakan tegas para koruptor yang telah terbukti bersalah maksudnya adalah menindak tegas hukuman untuk para koruptor. Lemahnya hukuman yang didapat oleh para koruptor tidak memberikan efek jera kepada mereka untuk tidak melakukan korupsi.

Saat ini system hukum kita untuk para koruptor sangat lemah kenapa demikian karena hukuman para koruptor itu biasanya lebih ringan dari rakyat yang mencuri ayam atau apalah itu. Seharusnya apabila ada koruptor yang sudah dinyatakan bersalah maka hukuman yang pantas hanya dua yaitu kurungan seumur hidup atau hukum mati.

Dan yang ketiga adalah reformasi birokrasi, ini sangat perlu di lakukan karena masih banyak pejabat pemerintah, penegak hukum, dan para politisi yang terlibat korupsi tapi masih memegang posisi-posisi strategis dalam pengambilan kebijakan, sehingga meraka bisa aman dari kasus korupsi.
Reformasi birokrasi ini juga merupakan wujud dan bentuk penyegaran birokrasi, sehingga akan muncul gagasan dan ide yang lebih fresh untuk membangun bangsa dan negara Indonesia ini menjadi negara yang lebih baik lagi.

Selasa, 20 November 2012

PERAN PEMUDA DALAM MEMAJUKAN BUDAYA DAERAH



Kodisi pemuda saat ini sudah sangat memperihatinkan, yang mana sudah mulai menurunya rasa kecintaan dan rasa keinginan yang dimilki oleh para pemudah untuk memajukan budaya daerah suatu bangsa terutama bangsa Indonesia.

Kondisi seperti ini bisa kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari yang mana para pemuda, masyarakat kita lebih mudah dan lebih sering menggunakan budaya asing seperti buaday alai, lebay, kebarat-baratan dari pada budaya asli daerahnya.

Kurangnya kesadaran ini membuat saya berkeinginan menulis tema ini untuk berbagi ilmu dan pandangan saya tentang judul ini.

Adapun judul dari tulisan ini : peran pemuda dalam memajukan budaya daerah. Yang saya persembahkan sebagai syaarat untuk mengikuti Daurah Marhala 2 Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMMI) Daerah Riau.

Tulisan ini berisi tentang kondisi para pemuda pada saat ini dan beberapa peranan pemuda dalam melestarikan atau pun memajukan budaya suatu daerah.
Dalam tulisan ini juga dimuat beberapa contoh yang mungkin dapat menggambarkan kondisi pemuda didaerah kita saat ini.

1.            Teori
Pemuda adalah leader of tomorrow, makanya ditangan generasi muda lah nasib suatu bangsa. Apa bila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat yang kuat untuk memajukan budaya daerah di bangsa dan negara ini yang didasari dengan keimanan yang kuat dan akhlak yang mulia serta bekerja keras, saya yakin pemuda dengan mudah memajukan budaya daerah.

            DR.Yusuf Qardhawi mengibaratkan seorang pemudah itu ibarat sebuah matahari yang saat itu matahrinya adalah matahari yang paling terang dan matahari yang paling panas. Dari ungakapan diatas sebenarnya kita dapat mengatakan bahwan masa mudah adalah masah kekuatan atau masa keemasan.

            Namun Saat ini kita dapat melihat betapa lemahnya peran pemudah dalam menjaga dan    melestarikan budaya daerah masing masing, disini bisa kita lihat bahwa pemuda lebih     suka mengikuti budaya modern yang kebarat baratan dari pada budaya daerah kita sopan yang ketimuran.

            Sebagai contoh sebagian pemuda saat lebih suka nongkrong di mall dari pada pergi keperpustakan untuk baca buku, mereka lebih suka menggunakan pakaian yang membuka aurat seperti pakai jin yang lebih menunjukan lekuk tubuh, dan pakai pakaian yang kurang bahan yang kelihatan auratnya yang bebas dilihat oleh orang –orang yang      sebenarnya tidak berhak melihatnya dari pada, mengunakan pakaian mengadung nilai syariat agama islam.
            
 Islam menggambarkan keutamaan pemudah dalam beberapa hadisnya:
Dan Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Ada tujuh golongan manusia              yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy)-Nya pada hari yang tidak ada   naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya :…(salah astunya) seorang pemuda yang           tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah..”.(HR. Al Bukhari no.1357 dan Muslim no. 1031 )

Dalam hadits lain yang senada, Rasulullah SAW. bersabda : 
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ
Sesunggguhnya allah SWT. benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak        memiliki shabwah (HR.Ahmad)

            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang      merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang   berkaitan dengan budi dan akal manusia(wikividia).

            Jadi budaya daerah adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh   sebuah daerah dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya daerah terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,       perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni serta bahasa. 

2.            Hasil Pemikiran Dan Diskusi

Ø  Peran pemuda dalam memajukan budaya daerah
Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan budaya daerah , disini dimana kita lihat bahwa pemuda adalah generasi penerus suatu budaya apabila pemuda sudah tidak lagi perduli terhadap budaya daerahnya maka budaya tersebut akan mati. Namun jika pemudanya memilki kecintaan dan mua ikut serta dalam melestarikan budaya daerahnya , budaya tersebut akan tetap ada disetiap generasi.

Pemuda juga harus menjadi actor terdepan dalam memajukan budaya daerah, sehingga budaya asing yang masuk ke daerah  tidak merusak atau mematikan budaya daerah tsb.
Namun disini kita melihat masih lemahnya peran pemuda dalam memajukan budaya daerah khususnya budaya yang sifatnya keagamaan seperti budaya menutup aurat, budaya shalat berjamaah dimasjid, budaya membaca al quran , dll

Pemuda saat ini lebih suka mencontoh budaya orang lain seperti menggunakan pakaian yang kurang bahan, yang melihatkan bagian yang dapat menimbulkan nafsu sahwat yang meresahkan masyarakat yang memandangnya, dan lebih suka ke dikotik atau tempat hiburan dari pada kemasjid sholat berjemaah.

Besarnya pengaruh budaya asing terhadap budaya daerah ini yang membuat para pemuda yang peduli terhadap budaya daerahnya harus bekerja keras dan mempilterisasi setiap budaya yang masuk ke daerah. Jangan sampai pemuda lengah dan bakan mengikuti budaya budaya yang bertentangan dengan budaya daerahnya.

Setidaknya ada beberapa peran pemuda dalam memajukan budaya daerah ,diantaranya :
A.    Memperkuat Akidah
Akidah merupakan pondasih dasar yang harus dimiliki oleh para pemuda untuk meneruskan nilai budaya luhur bangsa Indonesia. Kuat dan tidaknya pondasih ini juga akan menetukan seberapa kuat character suatu bangsa.

Bila para pemudanya sudah tidak memiliki character yang kuat maka budaya asing pun akan mudah dengan leluasanya menggeser budaya suatu daerah.dan sebaliknya jika suatu daerah memiliki charater yang kuat maka akan sangat sulit budaya asing untuk bisa masuk, apalagi mengantikan buadaya daerah tersebut.

Maka dari itu pemuda seharusnya lebih menguatkan charakter dan kecintaanya pada suatu budaya yang akan mereka warisi nantinya.

B.     Meningkatkan Intelektualitas
Intelektualitas menjadi sesuatu yang di anggap penting karna melalui intelektualitas ini para pemuda bisa menyelamatkan memajukan budaya daerah dimana mereka tinggal dan melalui intelektualitas ini akan lahir moral dan etika serta menjunjung tinggi nilai nilai suatu budaya.

Keluasan ilmu pengetahuan juga bisa dijadikan sebagai jalan untuk mebangun negeri ini , sehingga dengan keluasan ilmu tersebut para pemuda bisa memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat dan menjadi pilter masuknya budaya asing ke daerah masing-masing.

Penyebaran budaya asing yang semakin hari semakin kian memprihatin saat ini, yang mulai mengikis nilai nilai budaya daerah seharusnya menjadi perhatian yang serius bagi kalangan intelektual mudah.
Kecintaan pada budaya alai, lebay dan lainya yang melanda generasi muda indonesia mestinya bisa di tanggulangi dengan ilmu dan pembelajaran budaya daerah yang mengadung nilai luhur dimasanya.

C.     Pemuda sebagai asset masa depan
Sudah selayaknya dan sudah menjadi kewajiban kita para pemudah untuk terus berusaha dan berupaya untuk terus melestarikan peninggalan sejarah nenek moyang kita yang telah ditinggalkan dalam bentuk budaya maupun bentuk bangunan bersejarah.

Sebagai generasi penerus sudah seharusnya jika para pemuda menggalih potensi dirinya dan berupaya untuk mengaktifkan lagi kebudayaan daerah yang sebagian besar sudah tergeserkan oleh nilai budaya asing yang secara aral, etika dan lainya sangat bertentangan dengan budaya dasar daerah kita.

Pemudah sebagai asset penerus kebedaan budaya daerah sudah menjadi kewajiban baginya untuk berusaha dan berupaya untuk melestarikan kebudayaan daerah yang sebagian sudah hamper punah, sehingga kebudaya yang hampir punah itu bisa dilestarikan lagi.

Kecitaan kita pada budaya dan berusaha membentuk kelompok kelompok pecinta budaya daerah serta bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu berdirinya sarana dan prasarana agar terwujudnya kelestarian budaya daerah tersebut.

Dengan berdirinya kelompok sanggar muda tersebut diharapakan bisa melestarikan budaya daerah yang ada dan menumbuhkan kecintaan serta kesadaran generasi muda akan pentingya untuk melestarikan budaya daerahnya.

Sehingga apa yang menjadi tradisi dan khasan suatu daerah akan tetap ada dan kejayaan dimasa lalu menjadi sejarah tersendiri yang bisa dibanggakan di oleh generasi penerusnya kelak.

D.    Kesadaran Melestarikan Budaya
“Melestarikan suatu budaya lebih sulit dari pada membuat budaya yang baru”, begitu lah ungkpan orang bijak yang pernah saya dengar. Tapi itulah kenyataanya saat ini yang terjadi kita lebih sulit mepelajari budaya daerah kita seperti tari, teater sejarah,lagu daerah dari pada mempelajari budaya orang lain seperti budaya alai, lebay, budaya barat.

Konsisi seperti ini bisa kita lihat begitu banyak anak mudah kita yang lebih hapal lagu lagu barat ketimbang lagu daerah seperti lagu pakarena  dari Sulawesi utara, Dak disangko dari sumsel , dan masih banyak lagi lagu daerah lainya.

Atau mereka lebih mudah menghapal budaya anak alai dan lebay seperti mi paah, ciyus,dll dari pada budaya bahasa daerah terutama bahasa Indonesia. Mereka sedikit kesulitan membedakan kata apotik atau apotek, klinik atau kelinik dan lainnya.

Nan disinilah peran penting para pemuda untuk meluruskan dan membenarkan serta melestarikan budaya daerah yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat saat ini.

Kesadaran untuk melestarikan budaya daerah ini edealnya memang harus di mulai dari para pemudanya, karna didiri para pemuda ini sebenarnya ada potensi yang besar yang perlu didorong untuk memacu semangat masyarakat untuk lebih peduli pada budaya daerahnya.


3.      Kesimpulanya
Ditangan para pemuda lah nasib budaya daerah saat ini maju dan mundurnya budaya daerah tergantung seberapa cinta para pemuda nya kepada budaya daerah tersebut. Kalaulah para pemudanya sudah mulai cuek atau bahkan sudah tidak peduli lagi pada terhadap budaya daerahnya maka dapat di pastikan budaya daerah tersebut akan mengalami kemunduran atau bahkan mungkin hilang. Dan sebaliknya ketika para pemuda sudah mulai cinta pada budaya daerahnya dan sudah ada kemauan untuk melestarikannya maka budaya daerah tersebut akan maju dan tetap ada.
Jadi penomena banyaknya budaya daerah Indonesia yang diakui oleh orang lain ini menunjukan sudah berkurangnya kecintaan pemuda saat ini terhadap budaya daerahnya.
Maka dari itu ada empat peran pemuda yang diharapkan bisa memajukan budaya daerah seperti akidah yang kuat (charater ), meningkatkan intelektualitas, kesadaran sebagai asset masa depa dan yang terakhir kesadaran untuk melestarikan budaya daeranya.