baca juga

Senin, 24 Juni 2013

MAWAR MERAH DAN TANGAN KEKAR



by : asa
Masih sangat singkat perjalanan dakwah yang ku lalui , belum pantas rasanya saya bercerita tentang dakwah. Dan mungkin apa yang saya ceritakan sudah lama dan sudah berkali-kali mereka ceritakan.

Dua tahun yang lalu awal ku berkenalan dengan jamaah dakwah ini, perkenalan yang singkat tapi menimbulkan ketertarikan yang mengikat antara satu dengan yang lain.

Sikap dinamis yang saya miliki dan potret suram masa lalu lah yang mungkin selalu memotivasi saya untuk terus berada dalam jamaah ini.

Pertemuan yang singkat ini yang mempertemukan aku dengan sosok abang dan kakak yang memang saya tidak memilikinya dikarenakan saya anak pertama dari tiga bersaudara.

Para abang-abang dan kakak-kakak sudah kelihatan lelah menapaki jalan perjuangan ini pun tetap tegar dalam pendiriannya. Mereka yang seharusnya mengurusi urusan yang lebih besar lagi namun harus menjadi back up bagi urusan dakwah kecil ini.

enteh tanpa terasa ternyata saya pun ikut tercebur dalam kubangan jamaah yang mungkin terlihat aneh dimata anak muda saat ini. Kubangan pemuda yang berani tampil beda, pemuda yang teguh dengan kebenaran, pemuda yang taat pada perintah agamanya, dan memahami sejarah nya.

Mereka adalah kebanggaan bagi ku, mereka adalah inspirasi bagi ku, mereka adalah harapan baru bagi ku, mereka adalah patner kerja ku dalam mengarungi jalan dakwah yang penh onak dan duri, mereka adalah keluarga bagi ku selain keluarga besar orang tua ku, mereka adalah Aktivis Dakwah Kampus.

Mereka yang masih mudah belia ibaratkan mawar mekar yang indah dan berduri. Mereka ibarat tangan-tangan kekar yang menaham beban-beban berat kehidupan dengan banyaknya amanah yang pikulnya.

Mereka adalah mawar merah yang tidak mudah disentuh, mereka tangan-tangan kekar yang tidak silau dengan jabatan dan limpahan harta, tapi mereka adalah anak muda yang ingin bebas dan berhendak merdeka dalam melakukan perbaikan-perbaikan di bumi tercinta ini.

Namun seiring berjalannya waktu mawar indah yang berduri itu mulai berguguran, tapi entah apa yang menyebabkannya berguguran. Mungkin angin, mungkin juga burung-burung , mungkin kebutuhan atau mungkin juga karena usia yang membatasi mereka berguguran di barisan ini.

Tanggan – tangan kekar itu mulai digelayuti beban-beban kehidupan yang menjadi kebutuhan yang sedikit menguras tenaga dan pikiran dalam mengarungi perjalan panjang ini.

Kini mereka harus bekerja keras untuk membangun kebun-kebun baru yang bisa ditanami bunga mawar dan mencari pekerja baru yang masih kuat untuk mengelolah kebun-kebun yang akan menjadi cikal bakal harapan baru tumbuhnya generasi baru yang akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.

Semangat baru yang mungkin harus ditanamkan oleh pengelolah kebun adalah hilang satu tumbuh seribu dan (surat al-fath (kemenagan) ayat 1-11) sehingga lahirlah generasi pembaharuan seperti muhamad al-fatih dan yang lainnya.

Semangat untuk terus berkontribusi, semangat untuk menjadikan diri kitalah yang terpilih menjadi tentara allah , menumbuhkan semangat dan pemahaman tetang tujuan penciptaan manusia, sehingga yang akan lahir hanyalah karya,karya dan karya yang menjadi sejarah dalam perjalanan kehidupan yang akan diwarisi oleh generasi penerus selanjutnya.

Semangat untuk memeberikan solusi, bukan hanya mengkritisi, semangat untuk memberikan kontribusi tidak sekedar kerkoar-koar saja, semangat yang lahir dari cinta dan kerja untuk melahirkan tinta sejarah baru akan dituliskan dalam buku sejarah kehidupan.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar