This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

baca juga

Rabu, 17 Juni 2015

Tips Menjaga kesehatan Selama Ramadhan


“Berpuasalah niscahya kamu akan sehat”

Ini merupakan ungkapan motivasi dalam mengjak kita untuk bersemangat dalam menjalan ibadah puasa. Semangat ini seharusnya lebih menggelorah ketika kita mengamalkan puasa di bulan suci ramadhan. Dibulan suci ramadhan ini semua amalan akan dilipat gandakan ganjarannya.

Mulai hari ini kita sudah memasuki bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan rahmat. Sebuah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat islam di seluruh dunia, tanpa terkecuali. Dalam ramadhan, stiap orang diwajibkan berpuasa terutama bagi yang sudah akil baligh.

Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari, tapi lebih dari itu. Puasa adalah menahan segala sesuatu dari yang membatalkannya dan memperbanya amalan yang mendekatkan diri kepada allah swt. Di bulan yang penuh rahmat yang didambakan sangat banyak penuh dengan kemuliaan.

Agar keberkahan dan kemulian dibulan ramadhan ini bisa kita raih, tentunya kita harus bisa menjaga kesehatan di bulan ini. Kenapa kita harus menjaga kesehatan?. Alasannya sederhana adalah agar kita bisa beraktivitas secara maksimal dalam keadaan berpuasa dan juga agar puasa kita berjalan dengan baik.

Bukankah dengan tubuh yang sehat, puasa lancar, aktivitas harian anda juga lancar?
Disini, kami akan berbagi beberapa tips menjaga kesehatan di bulan puasa.

Baiklah, langsung ke tips menjaga kesehatan di bulan puasa:
1. Istirahat yang Cukup
Menjaga tidur malam adalah hal penting yang harus anda perhatikan dalam menjaga kesehatan di bulan puasa. Tidur malam yang baik diperlukan untuk bisa memastikan keseimbangan tubuh anda untuk aktivitas di hari berikutnya. Tapi, jika anda merasa kurang cukup tidur. Gunakan waktu siang untuk tidur,tapi jangan sampai hal itu menganggu aktitas anda di siang hari.

Usahakan agar tidak terlalu malam tidurnya di bulan ramadhan, kurangi waktu-waktu yang tidak penting. Optimalkan kan waktu di malam hari untuk meningkatkan ibadah seperti qiyamul lail, sahur, tilawah, dan juga untuk istirahat.

2. Berolahraga
Cara menjaga kesehatan di bulan puasa berikutnya adalah olahraga. Olahraga berfungsi untuk membantu sirkulasi oksigen dalam tubuh sehingga kesehatan tubuh anda bisa terjaga. Olahraga yang dilakukkan tidak perlu terlalu berat, minimal jalan santai yang biasanya banyak dilakukkan orang setelah sahur.

Olaraga juga menjaga kebugaran tubuh, dan menjaga agar tubuh kita tidak lemas karena tidur sehabis sahur atau setelah shalat subuh.

3. Kebiasaan Makan Sehat
Tips menjaga kesehatan di bulan puasa berikutnya adalah menjaga kebiasaan makan yang sehat. Dalam berbuka, jangan lupakan menu buah dan sayuran sebagai penyeimbang. Pada saat sahur, usahakan agar anda tidak bangun telat.

Usahakan agar anda tidak makan terlalu cepat atau terlambat saat sahur. Ini penting karena makan terlalu cepat bisa berakibat tidak baik, dan jika tidak sahur terus-terusan juga berakibat tidak baik, serta berlaku juga pada saat berbuka puasa.

Biasakan berbuka dengan yang manis-manis atau degan air putih kalau tidak ada yang manis-manis, lalu kemudian baru makan berat.

4. Perbanyak minum Air Putih
Tips menjaga kesehatan di bulan puasa yang kedua adalah mengurangi konsumsi seperti kopi, teh, minuman bersoda. Coba kurangi sekali untuk dua hari atau terserah manajemen anda. Hal ini penting untuk meminimalkan datangnya sakit kepala saat anda sedang berpuasa.

Alternatifnya adalah dengan memperbanyak minum air putih. Dalam sehari anda bisa minum 8-10 gelas air putih dan itu dibagi untuk buka dan sahur karena kebutuhan tubuh kita membutuhkan air sebanyak itu perhari.

5. Menjaga Pola makan
Selama bulan ramadhan, untuk menjaga kesehatan di bulan puasa buatlah perencanaan daftar makanan yang akan anda konsumsi sekeluarga secara rapi. Hal ini bertujuan agar anda tidak bingung menentukan menu makanan sahur dan berbuka setiap hari.

Gunakan menu makanan yang sehat dan seimbang dalam berbuka dan sahur dan hindari Junk Food karena efeknya tidak baik untuk kesehatan anda.

6. Konsultasi ke Dokter
Jika anda punya masalah kesehatan, anda bisa mengkonsultasikannya kepada dokter. Konsultasikan tentang keluhan anda, dan minta tips kepada dokter bagaimana pola makan yang cocok, serta bagaimana agar anda bisa menjalankan puasa dengan baik. Dengan begitu, tujuan anda untuk menjaga kesehatan di bulan puasa akan tercapai.

Semoga 6 tips menjaga kesehatan di bulan puasa diatas berguna untuk anda. Lakukkan dengan tepat, dan anda akan bisa menjaga kesehatan di bulan puasa.

semoga ber manfaat, dan anda bisa menjalankan puasa dengan sehat serta ibadah anda berkah.

Selasa, 16 Juni 2015

pilihlah teman mu dengan seksama

Pernahkah kamu dalam keadaan perut yang sakit (kebelet) berlari menuju toilet umum yang demikian bau nya, hingga kamu ingin muntah?. akan tetapi, kamu demikian sangat perlu menggunakannya sehingga tidak ada pilihan lain?

Apakah kamu memperhatikan sesuatu ketika kamu selesai dan keluar dari toilet tersebut!. Dan bagaimana jika seandainya kamu terkunci satu atau dua jam di dalam toilet yang bau tersebut? apakah kamu akan mengatakan 'bau apa?'.

Pada prinsipnya adalah bahwa kita akan terbiasa dengan lingkungan disekeliling kita, dan kita akan di pengaruhi oleh lingkungan di sekeliling kita.

Kalau kamu tidak merokok, dan tidak ada seorangpun di sekelilingmu yang merokok, bahkan tidak pernah terpikirkan oleh mu untuk merokok. Apakah kamu akan merokok?. Jawabannya tidak!. Akan tapi, kalau semua teman mu merokok dan kamu juga nongkrong di bar bar yang berasap dan kamu terbiasa dengan lingkungan nya. apakah kamu akan merokok?. Jawabanya mungkin tidak, tapi percayalah cepat atau lambat kamu akan merokok.

jika kamu berteman dengan mereka yang terbiasa berbohong, namun awalnya kamu mengkhawatirkannya, namun setelah beberapa lama, dan kamu terbiasa dengan fakta bahwa sebagian teman mu suka berbohong. Jika kamu bergaul dengan mereka cukup lama maka kamu pun akan berbohong.

Jika kamu bergaul dengan teman yang bahagia dan termotivasi, maka kamu pun akan bahagia dan termotivasi dan menganggapnya normal. Jangan kamu menipu diri dengan menyakini bahwa kamu tidak akan terpengaruh oleh teman-teman mu.

Jika kamu memiliki sifat pesimis, sengsara dan negatif, maka kamu perlu menemukan teman-teman yang optimis, bahagia dan positif. agar kamu bisa merasakan lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan ini.

Ringkasnya : Setiap hari kita terpengaruh oleh orang- orang dan sikap-sikap di sekeliling kita. Terkadang kita perlu mengambil tindakan atau mengganti teman (memperbaiki teman) untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi.


Referensi :
menjadi remaja bahagia (happy be a teen)

AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Amalan Di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan insaf dan bulan tarbiyah bagi umat islam. Bulan Ramadhan kehadiran selalu dinanti-nanti bagi umat islam. Selain itu bulan suci Ramadhan menjadi sebuah hadiah yang indah bagi kita, karena padanya setiap kebaikan bernilai lebih serta berlipat ganda, dan terdapat padanya amalan-amalan yang tidak terdapat pada bulan lainnya.
Bulan Ramadhan hanya ada satu tahun sekali, dibulan ini ada banyak orang yang mendadak shaleh dan dermawan di bulan ini. Oleh karena itu, dibulan suci ini mari kita bersama-sama untuk mengoptimalkan amalan-amalan berikut ini:
1. Puasa
Amalan yang pertama dan paling utama di bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa di bulan ramadhan yang juga merupakan rukun islam yang keempat. Semua kita mengetahui tentang hal itu, tapi yang perlu kita ingat bahwa puasa setiap orang dari kita akan mendapatkan nilai dan ganjaran yang berbeda-beda di sisi Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, mari kita berpuasa bukan sekedar untuk melepaskan kewajiban, tapi kita melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap balasan Allah. Jangan sampai kita berpuasa namun kita masih menggunjing, gibah, berbohong, sombong, dan lainnya.
Mari kita laksanakan kewajiban berpuasa dan sunnah-sunnah yang lain serta meninggalkan larangan dan hal-hal yang mengurangi nilainya, sehingga kita menjadi bagian dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan setiap anak Adam dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman : ‘Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku. Aku yang membalasnya (tanpa batasan tadi). Ia (orang yang berpuasa-red) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku“. (HR. Muslim)

2. Membaca dan Tadabbur Al Qur’an
Bulan Ramadhan juga disebut bulan Al Qur’an. Karena pada bulan Ramadhan lah Al Qur’an diturunkan.

Allah Ta’alaberfirman:
Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah : 185)

Pada bulan Ramadhan,malaikat Jibril ‘alahis salam menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersama membaca dan mengulangi bacaan Al Qur’an. Di bulan Ramadhan, para Shahabat dan salafus shalih berlomba-lomba menghafal dan mengkhatamkan Al Qur’an, baik dalam bacaan shalat ataupun bacaan di luar shalat.

Al Qur’an adalah kitab petunjuk, karena segalah macam petunjuk ada didalamnya. Dan agar kita bisa mengambil petunjuk darinya, maka kita harus memahami arti dan maknanya. Membaca dan menghafal Al Qur’an adalah amalan yang luar besar nilainya. Tapi mentaddaburi dan memahami maknanya, kemudian mengambil petunjuk hidup darinya, serta mengalamalkan apa yang terkandung didalamnya sejatinya itulah tujuan Al Qur’an diturunkan. Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan tahun ini untuk memperbanyak membaca dan mentaddaburi serta mengamlkan apap-apa yang terkandung didalam Al Qur’an.

3. Sedekah
Amalan ibadah bulan Ramadhan yang sering dilakukan adalah bersedekah, kalau di bulan biasa nabi muhammad saw banyak bersedekah maka di bulan ramadhan sedekahnya makin berlipat-lipat. Dan amalan sedekah tidak hanya yang berhubungan langsung dengan Allah Ta’ala, tapi merupakan amalan yang juga memberikan efek kebaikan langsung kepada orang lain.

Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawaan beliau akan bertambah pada bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril. Beliau bertemu dengan Jibril setiap malam Ramadhan untuk mempelajari Al-Qur’an, dan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dari hembusan angin (yakni sangat mudah mengeluarkan sedekah).” (HR. Bukhari).

Sedekah di bulan Ramadhan bisa kita lakukan dengan mengeluarkan sedekah seperti biasanya, dan kita akan mendapatkan nilai lebih jika sedekah itu dilakukan dengan memberi makanan berbuka, karena kita mendapatkan pahala sedekah dan pahala memberi makan orang berbuka puasa nilainya sama dengan orang yang puasa. Luarbiasa bukan amalan sedekah.

4. Shalat Malam (Tarawih)
Shalat malam (tarawih) adalah shalat sunnah yang sangat besar pahalanya yang hanya dikerjakan di bulan Ramadhan saja dan dikerjakan di luar bulan Ramadhan. Shalat malam di bulan Ramadhan yang kita kenal dengan shalat Tarawih memiliki ini memiliki keutamaan lebih daripada shalat sunah yang lainnya.

Maka dari itu hendaknya kita berlomba-lomba untuk melakukannya. Suasana Ramadhan dan balasan pahala yang besar memberikan kepada kita semangat yang lebih untuk melaksanakannya. Dan semoga apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan menjadi latihan bagi kita untuk membiasakan diri setelah Ramadhan berlalu.

Diantara pahala yang besar dari shalat Tarawih adalah diampuni dosa yang telah lalu, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu“. (Muttafaqun ‘alaih)

5. I’tikaf
I’tikaf dilakukan dengan menetap di masjid selama waktu i’tikaf, baik itu siang ataupun malam hari, dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk memenuhi kebutuhan yang darurat, seperti makan dan buang air.

Seorang yang beri’tikaf menyibukkan dirinya hanya dengan ibadah, berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak shalat, dan amalan-amalan ibadah yang lainnya. Ia meninggalkan pekerjaan yang melalaikan dan amalan yang sia-sia sehingga waktu ia beri’tikaf benar-benar menjadi waktu yang ia khususkan untuk mendekat dirinya kepada Allah Ta’ala.

I’tikah merupakan kebiasaan dan keteladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan, sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan, dan beri’tikaf selama dua puluh hari pada tahun beliau wafat”. (HR. Bukhari)

6.  Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Dengan kasih sayang dan rahmat-Nya, Allah Ta’ala menghadiakan kita satu malam yang istimewa di bulan Ramadhan,sebuah malam yang barangsiapa menghidupkannya, akan diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari).

Bahkan mendapat pahala yang berlipat ganda yang lebih baik dari amalan seribu bulan. Pahala seperti ini hanya ada pada malam itu. Allah Ta’ala berfirman tentangnya (yang artinya), “Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadar : 3).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghidupkan malam laitul qadar dan menganjurkan umatnya untuk menghidupkannya. Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba untuk menghidupkan malam laitul qadar dengan memperbanyak amalan-amalan ibadah padanya.

Malam lailatul qadaar merupakan malam yang selalu dirindukan dan dinanti-nanti kehadirannya. Karena amalan yang sedikit namun manfaatnya besar.

7. Umrah di Bulan Ramadhan
Setiap orang yang beriman pasti rindu untuk datang ke Masjidil Haram untuk thawaf mengelilingi Ka’bah, shalat di hadapannya bersama jutaan kaum muslimin lainnya. Ibadah umrah dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun umrah di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih tinggi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) menyerupai haji” (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah Ta’ala memudahkan jalan bagi kita untuk melaksanakan umrah di bulan Ramadhan dan memberi taufik dan inayah-Nya kepada kita agar dapat menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal-amal kebaikan. Amiin.

8. Menuntut Ilmu
Bulan Ramadhan juga merupakan bulan dimana bertebaran majelis-majelis ilmu, dan keutamaan orang yang menuntut ilmu yang sangat besar bahkan lebih besar dari para ahli zikir.

Banyaknya majelis ilmu jangan sampai disia-siakan, jangan sampai kita beramal tanpa adanya ilmu, karena orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya sia-sia.
Dan sebenarnya masih banyak amalan-amalan lainnya yang dapat di amalkan dan memiliki keutamaan ketika dikerjakan di bulan Ramadhan. Namun sekali lagi kami ingin mengajak anda semuanya untuk mengoptimalkan ibadah-ibadah wajib maupun ibadah sunah lainnya.
Semoga ramadhan kita dari tahun ke tahun menjadikan kita insan yang lebih baik lagi dan lebih dekat kepada robbnya.

Rabu, 10 Juni 2015

Persiapkan diri menyambut ramadhan



Jaulah Muda– Bulan suci ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Suka cita mewarnai umat Islam menyambut bulan yang penuh berkah tersebut. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan sirup di televisi-televiasi.

Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang paling di tunggu tunggu oleh umat muslim di seluruh jagat raya ini. Bulan Suci Ramadhan ini juga sering disebut bulan berkat, bulan rahmat, bulan keampunan serta bulan yang punya banyak kelebihan.

Kedatangan bulan Suci Ramadhan ini hendaknya kita sambut dengan penuh rasa gembira karena didalamnya terdapat kelebihan dan keutamaan yang tidak ada pada bulan-bulan yang lain. Selain itu, Menyambut hari bahagia ini hendaknya kita dalam keadaan sehat, tentram dan juga sejahtera...

Lantas, Apakah kita sudah melakukan persiapan-persiapan dalam menyambut kedatangan bulan Suci Ramadhan dan bagaimanakan persiapan kita untuk menyambut bulan mulia tersebut?

Nah, mungkin ini bisa membantu anda semua dalam menyambut ramadhan yang ceria, diantaranya sebagai berikut: 
1.      Persiapkan Ilmunya
Agar ibadah-ibadah yang kita optimalkan dibulan ramdhan tidak sia-sia maka persiapkan ilmunya. Jangan sampai kita beramal tanpa ilmu apalagi berilmu tanpa beramal, kan sia-sia kalau ini yang kita lakukan selama bulan ramadhan.

Dalam sebuah riwayat menjalaskan Ummul mukminin, Ummu Abdillah, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (HR. Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai perintah kami, maka dia tertolak.”)

Betapa merugi orang yang melakukan bid’ah, dia telah berusaha keras dan berpayah-payah namun pada akhirnya tidak membuahkan hasil apapun. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita tidak temasuk didalam nya.

2.      Persiapkan bekal ruhiyah.
Bulan ramadhan menjadi bulan dimana semua amalan ruhiyah meningkat sangat dratis, namun akan lebih baik jika sebelum ramadhan kita sudah mempersiapkan dan membiasakan untuk menguatkan amalan ruhiyah kita seperti puasa sunah, shalat wajib berjamaah dimasjid bagi yang laki-laki. Sehingga ketika kita sampai pada bulan ramadhan kita sudah siap dan tidak kaget lagi dengan kegiatan amal karena kita sudah melakukannya sebelumnya.

Mempersiapkan ruhiyah ini juga akan membuat amalan-amalan kita di bulan ramadhan akan lebih berkualitas karna kita sudah mempersiakannya dan tidak seperti orang-orang yang hanya beramal ketika di bulan ramadhan saja.

Bentuk dari pengamalan-pengamalan dari ilmu adalah terbetuknya ruhiyah yang kokoh dan amalan-amalan yang berkualitas di adapan allah swt, dan ini lah yang selalu kita harapkan dari setiap yang kita yang kita kerjakan.

3.      Persiapan Fisik
Dibulan ramadhan akan banyak menguras tenaga kita, apalagi kalau kita menjalankan puasanya sambil bekerja dan kondisi cuaca yang sangat panas. Hhaaaa, anda bisa bayangin gak betapa menguras tenaga nya.

Maka dari itu ada baiknya sebelum bulan ramadhan tiba kita sudah mempersiapkan fisik seperti olaraga, menjaga pola makan dan pola tidur yang sehat. Sebelum ramadhan biasaan tidur terlalu malam kita kurangi, pililah makanan yang sehat sehingga tubuh kita teta fit dan fisik kita mampu bertahan dalam setiap kondisi di bulan ramahdan.

4.      Bergembira menyambut ramadhan
Ketika ramadhan tiba kita harus bergembira dan jika perlu kita ucapakan ‘selamat datang bulan ramadhan, bulan penuh berkah, bulan dilipat kan setiap amalan, dan lainnya’. Bersemangatlah dalam menyambut datangnya bulan ramadhan dan lebih bergairah untuk untuk melakukan amalan-amalan menyambut bulan ramadhan.

5.      Mempersiapkan target-target amal dibulan ramadhan
Ini yang terakhir kita harus merencanakan dan memiliki target amalan yang akan dilakukan di bulan ramadhan, sehingga ramadhan mu lebih berkualitas dan berkah. Targetan amal ini lah yang akan membuat anda lebih bergairah untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan ramadhan.

Selamat manyambut datangnya bulan suc ramadhan dengan semangat dan persiapan yang baik seperti sudah yang tertulis diatas. Semoga berkah dan bermanfaat dan ramadhan kita tahun ini lebih baik dari ramadhan tahun-tahun yang lalu.

Sami'na Wa Atha'na


Sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat) merupakan prinsip dien/agama/ajaran, bahkan semua ajaran sebenarnya punya prinsip seperti itu juga, dengan istilah yang berbeda, sebab kalau tidak dengan sami’na wa atho’na, maka ajaran tersebut dengan sendirinya lama kelamaan akan mati.

Ini merupakan prinsip yang sangat rasional dan disetujui oleh semua konsep hidup semua manusia di dunia ini. Kalau kita membicarakan sami’na wa atho’na yang berhubungan dengan ajaran Islam, hal ini sangat berbeda, mengapa? karena kewajiban-kewajiban dalam Islam bukan hanya yang tertulis saja (Qur’an dan Sunnah). Kadang-kadang hasil musyawarah bersama perlu konsekwensi peserta musyawarah sehingga harus konsisten dengan keputusannya yang membutuhkan sami’na wa atho’na, jadi kita harus sami’na wa atho’na terhadap keputusan musyawah itu sendiri. Maka semua yg menyangkup sami’na wa atho’na, apabila tidak laksanakan, maka itu termasuk penyelewengan iman.

Sami’na wa atho’na bisa mendatangkan rahmat dan bisa juga mendatangkan murka llah SWT. Sami’na yang mendatangkan rahmat adalah sami’na yang berdasarkan ketaatan dan kerakinan, sedangkan sami’na yang bisa mendatangkan murka Allah adalah sani’na wa ashoyna (kami dengar dan kami biarkan saja). Sami’na wa ashoyna telah banyak dicontohkan oleh Bani Israil (mereka kaum yang sering ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya) sebagaimana banyak diceritakan dalam Al-Qur’an.

Dahulu pada masa awal dakwah Rasulullah, setiap perintah dan larangan yang datang selalu direspon umat di masa itu dengan menggunakan instrumen keimanan. Tidak peduli apakah ia, menguntungkan atau merugikan, mudah ataupun sulit, dalam keadaan senang maupun susah dan dalam keadaan lapang maupun sempit. Semangat keimanan melahirkan ruh-ruh keta’atan.

Sami’na wa atho’na (Kami dengar dan kami taati) merupakan kalimat ketaatan yang selalu diambil oleh para sahabat generasi terbaik umat islm. Termasuk di dalamnya ketika muncul kasus pengharaman babi secara kontekstual dalam Al-Qur’an. Para sahabat tidak lantas sibuk menanyakan dan bertanya-tanya. Kenapa? Apa bahayanya? Berbedah sekalih dizaman generasi umat akhir zaman ini, semua hal dipertanyakan dan dianalisa dulu, jika itu menguntungkan untuk dirinya maka mereka taat namun bila tidak menguntungkan naka mereka akan ashoyna.

Buah keimanan adalah munculnya khudznudzon mereka kepada Allah. Yakin bahwa di dalam larangan itu pasti ada kebaikan. Maka kita sebagai seorang hamba, kita harus mendahulukan substansi “sami’na wa’atho’na” dan bukan “sami’na, sebentar, saya pikir-pikir dulu mau tho’at atau tidak?” Keimanan itu memang proses. Sebagaimana keimanan nabi Ibrahim, penghulu tauhid. Tapi setelah beriman, setiap resiko keimanan itu tidak lagi ditimbang-timbang. Tidak lagi kita ikuti ia dengan persangkaaan-persangkaan. Saya dengar dan saya ta’at dan bukan kemudian menantikan penjelasan efek-efeknya. Baik mudharat (efek negatif) maupun maslahatnya (efek positif). Yang jelas Allah mengganjar syurga bagi hamba-hambanya yang mena’atinya.

Allah berfirman:
 “(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang  besar.”
(Q.S. An-Nisa’: 13 )
 
Kisah nabi Adam AS, Malaikat dan Jin mengajarkan kita arti dari Sami’na wa atho’na, ketika jin dan malaikat diperintahkan/dititahkan untuk bersujud pada nabi Adam, tanpa banyak pertanyan dan pemikiran para malaikat segera bersujud. Malaikat mendengarkan dan mereka taati. Sedangkan iblis laknatullah tidak mau sujud dan membangkang bahkan membantah perintah Allah swt. Dan ia malah memberikan argumen-argumen. Seakan ia merasa lebih tahu dibandingkan Allah. Dan dia merasa lebih baik dari pada Adam AS. Jin Menganggap perintah Allah itu perlu untuk diinterupsi dan kemudian bisa direvisi. Mngapa demikian jin menganggap Allah bisa saja salah bertindak ataupun memerintahkan. Dan ia terusir syurga dan dari sisi allah swt.

Sami’na wa’atho’na hanya dilakukan pada tahapan kontekstual sebuah perintah. Dan pada tahapan telaahan-telaahan dari para ulama. Maka seseorang sudah boleh menggunakan pikirannya untuk memilih dari berbagai ragam hasil kesimpulan ulama tersebut. Tentu dengan tidak lari dari tema sami’na wa’atho’na itu sendiri.

Apa beda orang beriman dan orang munafik? Maka Allah menjawabnya dailah al quran surat an nur ayat 7 sampai 51, disini allah gambarkan orang yang beriman dengan sami’na wa atho’na dan orang munafik dengan sami’na wa ashoyna.

Dan kenapa orang munafik tidak bisa taat? Jawabnya ada di ayat 50.
  1. Meraka adalah orang yang sakit hatinya,
  2. mereka ragu-ragu dengan kebenaran Al-Quran dan Sunnah,
  3. mereka curiga diperlakukan sewenang-wenang (diplokoto = Jawa) oleh pengurusnya.
Beberapa Hadist Nabi Muhammad saw tentang sami’na wa atho’na:.
… sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Wajib atas setiap orang Islam mendengarkan dan taat dalam perintah yang menyenangkan maupun yang membencikan selagi tidak diperintah maksiat…al-hadist”
[Shohih Muslim 38 (1839) Kitabul Imaroh]

 Hadist taat pada ulil amri
… Nabi bersabda:” Mendengarkanlah dan taatlah pada Amir, seandainya dipukul punggungmu, dan dirampas hartamu, maka dengarkanlah dan taatlah”.
[Hadist SHOHIH Muslim No. 52 (1847) Kitabul Imaroh]


Firman Allah swt tentang orang-orang Munafik:
وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ (47)
“Dan mereka (munafik) berkata: “Saya iman kepad Allah dan kepada Rasul dan kami mau taat kemudian mereka berpaling sebagian dari mereka setelah demikian (iman), dan tidak ada mereka dengan iman”.(QS> An nur 47)


وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ (48)
“Ketika diserukan pada Allah dan Rasul-Nya agar dihukumi diantara mereka ketika itu sebagaian mereka berpaling”. (QS> An nur 48)


وَإِنْ يَكُنْ لَهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ (49)
”Jika baginya menguntungkan maka mereka mendatangi (menjalankan) hukum/ perintah dengan cepat-cepat”. (QS> An nur 49)

أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (50)
”Adakah dalam hati mereka sakit, atau ragu-ragu atau mereka kuatir jika Allah dan Rasulnya sewenang-wenang, justru mereka itulah orang yang dholim”. (QS> An nur 50)